Showing posts with label tentang hidup. Show all posts
Showing posts with label tentang hidup. Show all posts

Sunday, 7 June 2026

mencoba menjalani

dan aku mencoba menjalani keriwehan ini. Acara financial festival Alhamdulillah berjalan dengan lancar kendati betul2 melelahkan jiwa dan raga. Dari hari rabu aku berangkat naik kereta sore ke jogja, lalu kamis cek venue, rapat koordinasi, temu media dan persiapan ini itu. jumat dan sabtu acara utamanya, yang ruamenya banget tapi juga bikin deg2an karena aku ada target jumlah peserta yaitu pelajar pemuda mahasiswa sejumlah 2000an orang. Kalo tanpa bantuan kakakku yang mantan sekda rasanya aku gak ada mampu memobilisasi orang sebanyak itu.

Hari pertama bahkan pak menkeu yang eks boss-ku itu hadir, tapi aku boro2 sempet menyapa, karena dia bisa hadir aja aku udah teramat sangat bersyukur. Hari pertama ditutup dengan musik dan rapat koordinasi sampai hampir jam 12 malam. Besoknya juga Alhamdulillah lancar, selesainya lebih cepat. Hari ketiga ada kegiatan lari marathon, basket dan hiburan. Alhamdulillah selesai lancar, lalu jam 12 buru2 balik ke hotel, mandi, packing dan langsung ke stasiun buat kereta balik Jakarta jam 14.45. jam 9 malem sampe di Jakarta, cuapeknya minta ampun.

Hari senin WFH dengan aneka rapat, lalu selasa di kantor penuh dengan rapat2, ada board seminar sampe malam. Fikri pulang for good dari internship dokter di pangkalpinang. Trus rabu idul adha lanjut ke mertua di utankayu. Hari kamis libur bersama tapi sayangnya kudu board seminar tentang suku bunga, sampe sore. Jumatnya ada totonoi dan yoga, lalu ngurus press release suku bunga, udah seharian aja sampe cape. Sabtu latihan bedhaya darma di rumah maminya mbak Ria, malemnya makan malem ultah mertua. Hari minggu latihan bedhaya lagi di kemang, sorenya coba treatment RF di citos. Hari senin libur bersama tapi diakhiri dengan rapat zoom evaluasi kegiatan jogja.

Fikri yang udah selesai internship dokter di pangkalpinang, hari jumat sd minggu kemarin pelatihan ACLS, trus minggu ini lanjut pelatihan ATLS, trus lanjut lagi nanti hiperkes. Abis itu baru ready untuk ikut seleksi dokter jaga atau dokter IGD di rumah sakit. Pikir2 jadi dokter prosesnya panjang bener ya.

Udah gitu aku juga masih kesel sama dia karena masih belum kelar sama pacarnya di pangkalpinang yang 8 tahun lebih tua itu. aku taunya karena di IG masih ada hiks. Semoga segera selesai hubungannya karena nggak pantas banget selisih 8 tahun lebih tua pihak perempuan, apalagi kerja dia lain pulau dan fikri masih harus kerja dan lanjut studi spesialis perlu 5-7tahun lagi. Realistis ajalah.

Baru mau napas bentar eh ada orderan kegiatan festival dari semula makassar dipindahin ke lampung. Pusing juga ini karena menyangkut anggaran. Mudah2an lancar aja semua.

Sekarang ini lagi harap2 cemas menunggu Fikri sedang apply jadi dokter UGD atau dokter umum ke rumah sakit, mudah2an aja segera diterima. Sejujurnya pengen segera beres diterima bekerja karena kondisi negara lagi mengkhawatirkan begini, supaya lega sudah ada pekerjaan. Aamiin YRA…



Tuesday, 19 May 2026

keriwehan yang tak terbayangkan

Lama sekali nggak update tulisan. Banyak sekali peristiwa sejak bulan april kemarin hingga kini. Sedemikian riwehnya kegiatan sampai nggak sempet nulis buat release tekanan dan stress ini.

Jadi ceritanya per 1 April itu aku dipindah ke corporate secretary. Mau pingsan rasanya, karena ya sebetulnya udah berasa mau rotasi tapi nggak expect pindahnya ke corsec ini yang bukan gw banget naturenya.

Dari semula sangat bisa memange waktu, terstruktur, terukur dan loadnya manageable walopun kurang mudeng dengan angka2 di corporate planning, tiba2 pindah ke corsec yang grabag grubug riweh dinamis banget nggak dikasih napas sedikitpun, dengan risiko di depan mata, dengan komut yang sedemikian demanding karena professor dan udah umur jadinya dominan pol gak mau nerima pendapat apapun

Aku juga nggak tau pertimbangannya apa aku ditaruh di situ, apa karena aku asal jogja dan kuliah di ugm. Tapi apa hubungannya coba. Sejujurnya biarpun background pendidikanku komunikasi, tapi aku tuh karakter mapun passionnya sangat bukan komunikasi. Aku sangat terstruktur, konseptual, terencana, biarpun pace-nya cepat dan satset. Trus aku juga punya banyak kegiatan ekskul kayak menari dan bisnis kost kecil2an. 

Dengan jumlah penduduk di bawahku yang hampir mencapai 50 orang dari semula di tempat lama hanya 12 orang, mulai dari tim protokol, sekretaris direksi dan komisioner, kesekretariatan pimpinan, manajemen rapat pimpinan, BOD support, kehumasan, media, puslinfo, website dll rasanya udah mau rontok badan dan pikiran ini. Dinamisnya nggak ketulungan, belum lagi urusan pelayanan pimpinan yang semuanya mesti diurus dan berubah dengan cepat.

Ada event besar yang sedang diurus dan ini menjadi event utama pak komut karena ada di wilayah asalnya. Biaya besar, effort besar, sponsor besar, pihak media penyelenggara juga besar melibatkan konglomerat trus pejabat2 di seluruh lingkungan industri keuangan, trus dengan risiko yang besar yang bikin aku nyaris menyerah. Tapi gimana lagi sudah kadung disitu, tinggal 3 tahun lagi pensiun, haruskah aku menyerah?

Belum lagi intensitas keluar kota juga tinggi banget dalam rangka kegiatan rapat pimpinan, kesekretariatan, pendampingan, media, persiapan event dll. Seumur2 belum pernah aku semobile ini bergerak, fisik dan mental capek banget. 

Tapi di luar itu semua ada beberapa hal lain yang perlu kutulis, ada yang bahagia ada juga yang sedih.

- Pentas hari tari dunia di Solo tari bedhaya sukoharjo alhamdulillah berjalan lancar di sela2 kesibukan yang seabrek dan nyaris aku nggak berangkat. Di samping itu ketidakakuran teman2 tim bedhaya dan serimpi karena urusan biaya juga bikin suasana nggak nyaman, walopun akhirnya bisa sepakat dan ada donatur sana sini termasuk aku support untuk biaya fotografernya.

- Mr hubby tiba2 diminta lanjut kuliah pra S2 hukum UGM oleh kantornya mulai april kemarin, padahal akhir juni ini dia pensiun. Kantornya lagi memproses perpanjangan usia pensiun nambah 2 tahun dan mr hubby berusaha keras untuk terpilih lanjut. Makanya aku nggak berani banyak2 mengganggu dia agar dia bisa terpilih lanjut perpanjangan pensiun. Walopun sebetulnya aku berharap dia bisa support fisik ke aku di jogja untuk event itu.

- Alhamdulillah selma akhirnya diangkat menjadi karyawan tetap di kantornya, walopun mundur 3 bulan pengangkatannya. Aku benar2 bersyukur dan langsung syukuran potong kambing dan bagi2 paket makanan olahan kambing itu ke anak2 yatim.

- Acara jalan bareng keluarga bisa lanjut kendati nggak lengkap karena mendadak ponakanku ada yang harus dirawat di RS karena pendarahan polip rahim. Dari 11 peserta akhirnya berangkat 9 orang ke banyuwangi dan Surabaya. Walopun ini perjalanan ketiga kalinya ke banyuwangi, tapi gapapa demi kebersamaan. 

- Ponakanku yang dirawat ini kan tinggal sama aku sejak covid, dia kerja di kemendagri. Serem banget pendarahan sampai hb turun jadi 6 dan dia harus transfuse 4 kantong di RS dekat rumahku. Lalu kakakku datang dan akhirnya dibawa pulang ke jogja untuk perawatan lanjutan dan tindakan. 

Ceritanya dia udah setahun ini sering mens pendarahan di luar siklus, karena masih belum married maka hanya bisa usg luar dan diperoleh hasil polip yang cukup banyak. Puncaknya pendarahan hebat, udah gitu dia itu tertutup jadi susah ditanya2. Bahkan waktu ke RS karena drop dan harus transfusi itu bilangnya nggak pulang ke rumah karena di tempat teman hadehh.. setelah dibawah ke jogja lalu diperiksa menyeluruh dan memang polipnya banyak. Sudah tindakan ambil salah satu polip terbesar dan menunggu hasil patologi, setelah itu baru operasi pembersihan semua polip. Semoga hasil patologinya bagus dan bisa segera tuntas pembersihannya, sehat kembali untuk seterusnya. Aamiin YRA.

Sudah lelah banget rasanya dengan segala keriwehan ini. Hanya bisa berusaha semaksimal mungkin bersama tim untuk mempersiapan event dan berdoa semoga event yang di jogja berjalan dengan lancar dan sukses, agar bisa lanjut ke pekerjaan selanjutnya.. aamiin YRA…



Tuesday, 10 March 2026

cuma bisa berharap terbaik

Kondisi benar2 lagi menggantung.

Selma yang semula diperkirakan diangkat setelah 1 tahun kontrak ternyata masih belum bisa diangkat, karena infonya harus 2 tahun masa kontrak dan ketentuannya sedang diamandemen untuk bisa dipercepat pengangkatannya. Aneh juga sedangkan tahun lalu ada yang diangkat padahal 1 tahun masa kontrak, berarti emang bokis aja akal2an. Aku sih gak yakin bisa tepat janji, apalagi nanti mr hubby beneran pensiun pastinya makin gak jelas gak bisa dipush. Sejujurnya aku resah karena menyangkut timeline ke depan, dimana kita berharapnya kalo udah diangkat bisa lebih leluasa untuk menikah dan punya anak karena jam biologis sel telur selma yang terbatas. Tapi sekali lagi, cuma bisa berharap terbaik. Padahal selma itu potensial banget dalam bekerja, rajin dan cerdas.

Lalu mr hubby yang jadwalnya pensiun per 1 juli besok ini, tiba2 ada angin segar konon perpanjangan jadi 58 tahun pensiunnya. Tapi juga nggak berharap karena nggak tau apakah ikut terangkut atau enggak. Sekali lagi cuma bisa berharap terbaik. 

Lalu fikri yang akan selesai intership dokter dan kembali ke Jakarta. Tentu harus segera cari tempat praktek di RS, yang pengennya di RSPP atau di RS yang bagus seperti Silom atau Mayapada, sebelum nanti 1-2 tahun lagi berjuang masuk spesialis. Kalo mr hubby masih aktif tentunya kans lebih besar untuk dapat RS yang bagus. Sekali lagi cuma bisa berharap terbaik.

Selain itu urusan fikri juga masih gak menentu terkait gimana cara putus dan move on dari pacarnya yang 8 tahun lebih tua itu hiks. Belum lagi pacar selma juga kurang sreg di pekerjaannya tapi masih terikat kontrak setahun, jadi masih lama lagi kapan stabilnya.

Apalagi dalam kondisi serba nggak pasti seperti sekarang ini, karena tiba2 perang Iran vs Amrik Israel, entah karena pengalihan isu epstein files atau karena persaingan dagang dengan cina, menjadikan nggak tau dunia ke depan bakal seperti apa.

Aku sendiri lagi berkutat dengan konfisi fisik yang kurang prima karena lutut dan punggung yang sakit, serta menjelang menopause yang bikin bodi dan mind gak enak banget. Udah beberapa fisioterapi tapi progresnya nggak signifikan. Kayaknya ke depan memang harus ke dokter ortho, tapi apa iya aku sejompo itu hiks..

Lalu rumah di golo udah setahun diiklankan dan titip ke broker tapi gak juga sold out, padahal kondisinya bagus terawat walopun jalan masuknya sempit. Gak tau mesti gimana lagi, sedangkan biaya operasionalnya nggak nutup dengan hasil dari homestay malah yang ada nombok mulu, belum lagi biaya perbaikan.

Dari banyak hal yang serba menggantung ini, udah nggak tau lagi mau berharap apa. Semoga aja ada keajaiban kebaikan2 di tengah harapan2 ini.. aamiin YRA



Tuesday, 24 February 2026

kerandoman jan-feb

 Akhirnya kelar juga yang urusan organisasi biarpun capek banget ngerjainnya sepanjang januari kemarin. Kelar organisasi lalu disusul kpi institusi, sempat rada drama tapi Alhamdulillah kelar. Disusul lagi laporan kinerja triwulanan, laporan evaluasi kebijakan dan persiapan laporan tahunan. Trus mulai urusan penyusunan renstra. 

Waktu lagi beresin review urjab itu aku sempet sakit perut hebat, melilit banget entah kenapa. Dugaanku karena makan sayuran mungkin gak bersih, trus ketambahan minum jus dari rapat. Seumur2 ini sakitnya melilit bangett udah hampir pingsan rasanya. Udah siap berangkat kerja akhirnya nyerah ke toilet, abis itu terkapar di depan tivi karena sakit nggak reda2.

Sambil menahan sakit melilit, aku kontak fikri minta diresepin obat apapun. Tapi berhubung dia lagi off dari RSUD maka bisanya kasih buscopan sama lansoprazole. Untung banget dita ponakan yang tinggal sama aku tuh belum berangkat kerja, jadi dia naik motor ke apotik beli yang diresepin fikri, trus beliin bubur juga. Aku kontak klinik minta infus gastro datang ke rumah.

Setelah minum obat akhirnya mereda. Beneran gak kuat rasanya sakitnya. Tapi Alhamdulillah akhirnya reda juga, sampe lemes.

Minggu lalu hari jumat pulang cepet karena mumpung libur long wkend kita pergi ke bandung berdua naik whoosh, nginep di Belviu sebelah rumah mode. Paginya kita jalan pagi di tahura, nggak expect sejauh itu jalan kaki sampe 16 ribu langkah dengan kondisi menanjak, kakiku sakiit banget. Pulangnya udah jam 1 siang kita makan siang di yamcha, trus pulang mandi2 istirahat, habis itu ke rumah mode liat2, trus istirahat. Besok paginya udah pulang aja naik whoosh lagi.

Hari senin sore jemput fikri pulang dari Bangka mumpung dapet jatah off dari dinas. Hari selasa siang makan2 dengan keluarga mertua dan kakak ipar yang bawa cucunya lucu banget gemesin kayak selma waktu bayi. Sejujurnya kecewa juga aku, karena selma tanya mau datang sambil mengenalkan ganes, tapi ternyata ganes nggak jadi datang dengan berbagai alasan.

Begitulah, kadang aku merasa kayaknya memang mereka ini nggak berjodoh karena tiap kali mau ketemu ada aja nggak jadinya. Dulu waktu lebaran di jogja juga ganes nggak ketemu kita padahal ketemuan sama selma. Sebetulnya gapapa juga nggak berjodoh, tapi tolong deh kasih kepastian aja buat putus, daripada nggak jelas gini.

Mengenai ortunya yang aku juga udah kenal, menurutku juga gak masalah, gada ruginya nambah kenalan orang baik. Sama kayak fikri nggak lanjut dengan manda juga aku masih berkomunikasi baik dengan mamanya. Semakin cepat kejelasan lanjut enggak semakin baik, biar segera move on aja.

Lalu ternyata aku masih lanjut urusan perut yang nggak beres. Sempet melilit lagi sepulang dari bandung sore itu, lalu besoknya juga mulai mual dan banyak gas. Sempet ke halodoc dan dikasih obat. Selain itu aku juga merasa makin sering sakit punggung waktu bangun tidur. Padahal tidur ya biasa2 aja. Pas mau tidur juga maunya dielus2 or dipijit pelan sama mr hubby. Untung aja mau.

Mudah2an aja puasa mulai kamis besok ini udah membaik dan bisa berpuasa dengan tenang. Aamiin YRA..



Wednesday, 28 January 2026

gempuran di awal 2026

Seperti yang sudah kubayangkan, awal 2026 udah digempur habis-habisan urusan kerjaan. Pastinya waktu cuti pergi ke eropa timur kemarin itu rasanya udah nggak asyik banget, karena tiba-tiba tanggal 30 dan 31 desember harus rakor dan rapim. Gila emang itu big boss, heran deh bikin2 rapat di saat akhir tahun mestinya orang2 pada napas cuti tahunan. Jadinya liburan berasa resah karena kepikiran.

Begitu masuk udah harus marathon rapat-rapat perubahan organisasi yang mendadak dipaksa harus dipercepat padahal belum dikonsultasikan ke parlemen. Selalu aja ujung2nya gak tuntas karena terburu-buru dan gak mau nerima pendapat pihak lain hadehh..

Udah gitu mendadak ada training sertifikasi yang menurutku gak penting samsek, nambah2in kerjaan dan tugas aja. Semuanya paralel dan marathon sekaligus penyelesaian kpi insitusi. Rapat pengambilan keputusanpun dipercepat dan yah gitu deh. Tiap hari pulang jam 12 malem karena harus rapat dan penyelesaian aneka materi, baik yang organisasi maupun kpi. Sabtu minggupun terpaksa harus zoom sana sini. Sampe yang aku lagi latihan naripun di hari minggu siang bolong terpaksa harus cabut di tengah latihan karena rapat zoomnya dipercepat dari tadinya diatur malem.

Udah gitu pas rapat dewan pimpinan itu ada aja kompor meleduknya, dan selalu dari bos yang itu-itu aja. Benar2 menyebalkan. Itu orang kan sebetulnya udah pensiun, tapi trus tiba2 apply calon dewan pimpinan dan ndilalahnya terpilih. Udah gitu anggota yang lain juga ada yang complicated banget orangnya. Jadi lengkaplah sudah kombinasi kali ini, beserta ketuanya yang antik banget. Belum lagi urusan auditor internal yang menyebalkan itu.

Baru minggu ke3 januari rasanya udah dongkol banget karena dibombardir kerjaan, belum lagi percepatan penerapan organisasi dan ini timku ada yang cuti seminggu di minggu depan, padahal itu tanggung jawab dia. Gak enak juga menghalangi cuti karena dia ke jepang bareng anak istri, pastinya susah diatur ulang. 

Pikir2 sebetulnya aku bisa aja colongan usaha pindah ke bagian lain mumpung lagi reorganisasi gini. Tapi gak taulah, tahun ini ada semacam kewajiban moral beresin penyusunan rencana strategis lima tahunan beserta cascadingnya. Tanggung juga, mungkin abis itu aja pindahnya.

Duh moga2 diberi kewarasan lahir batin dan kemudahan dalam menghadapi tahun 2026 ini baik urusan kantor maupun keluarga. Aamiin YRA…



random curhat di akhir tahun

Menjelang akhir tahun dan fisik kembali digempur dengan sakit kepala berhari2. Kejadiannya sejak tugas di Batam selasa minggu lalu, sore2 udah berasa di pelipis kiri kayak di ujung mata kiri mau bintitan. Tapi trus gak berkurang padahal besoknya juga kayak nggak bintitan matanya. Setelah itu pusingnya kayak meluas ke arah tengah alis dan pelipis kanan, trus beberapa hari kemudian mulai pusing sampai ke ubun2 sampai sekarang.

Dulu pernah pusing kayak gini tapi trus hilang sendiri setelah berminggu2 dan sempet panik ke dokter THT untuk memastikan ini sinus kumat apa bukan, trus ke dokter syaraf dikasih pelemas otot dan penenang tapi cuma minum pelemas ototnya aja (myonal) kayak 2 hari aja.

Aku juga dalam kondisi digempur sekelilingku pada flu berat, kayak mr hubby, selma dan temen2 kantorku. Mungkin mr hubby itu malah kena covid karena parah banget flunya. Trus kemarin di Batam juga semobil bareng temenku yang flu parah sepulang umroh, aku udah pasrah aja kayaknya bakal kena. Dalam kondisi gitu cukup mengherankan aku bisa bertahan padahal aku tuh tipe ketiup angin aja tumbang.

Aku juga minggu lalu pas di Batam itu menyelesaikan 5 hari minum norelut dalam rangka memperbaiki siklus mens karena sejak sept dan okt belum mens, trus nov cuma flek setengah hari. Kelihatannya memang sudah semakin mendekati menopause di usia 51 tahun ini, tapi kita coba tunggu mungkin benar-benar meno dalam 1-2 tahun lagi. Ini pun udah lebih cepet dari kakak2ku yang meno di usia 55-56 tahun. Seperti yang sudah kubilang aku ini paling ringkih sekeluarga.

Di sela2 kondisi fisik itu sabtu siang ke sore kemarin aku sama temen2 ikut workshop srimpi anglir mendhung. Setengah hari rasanya deg2an campur antusias, soalnya tarian baru tapi peserta lainnya udah pada jago2 dan cepet hafal, jadinya cuma mengandalkan basic postur aja yang lumayan karena dasarku kan gaya jogja. Salut sih banyak yang sudah berumur tapi masih kokoh narinya, sedangkan lututku udah mulai somplak.

Btw sejak 14nov kemarin udah ngajuin visa buat jalan ke east Europe tapi sampe sekarang belum keluar juga. Tapi sebetulnya kondisi lagi lelah sih, trus cuaca juga lagi nggak bersahabat hujan mulu jadi rada takut naik pesawat. Jadi ya sudahlah kita liat aja nanti, kalo memang nggak keluar visanya ya udahlah jalan yang deket2 aja.. malah pengen ke malang via Surabaya, atau ke Bandung.

Kayaknya minggu ini memang zonk di semua hal. Selain visa failed, urusan ganes yang kayaknya optimis banget bisa dapet offering, ternyata nggak berlanjut juga. Jadi ya udahlah. Ini kayaknya sejalan dengan firasat waktu itu aku sempet nginjek cicak kecil ke toilet, yang konon menjadi kabar kurang baik. Barangkali itu juga jadi pertanda ganes gak ada info lanjutan di hadiprana. Ya sudahlah berarti belum cocok disitu. Cuma bisa berharap semoga ortunya bisa bantu dia cari kerja di tempat yang benar dan mapan, mengingat ibunya kan pejabat moga2 bisa dapet cantolan.

Update senin kemarin Alhamdulillah visa akhirnya keluar. Sejujurnya udah rada hilang selera, jadinya harus mengumpulkan semangat lagi buat jalan. Tapi yang bikin kesel adalah di ujung tahun ternyata harus rapat pimpinan mengenai evaluasi anggaran dan kinerja, gile bener tgl 31 desember udah kayak gada hari lain aja hadehh.. big boss yang satu ini emang tingkat menyebalkannya memang udah level dewa, malesin banget. Udah gitu gak percaya dengan hasil kpi kita yang selama ini baik2 aja. Aku sih udah sampai tahap ya udah kalo gak percaya kasih aja ke konsultan untuk mereview, toh gada yang disembunyikan, selama ini direview audit internal dan eksternal juga baik2 aja.

Yah begitulah hari2 akhir desember malah membagongkan semua. Mana yang ganes juga belum ada kabar, tapi kayaknya memang gak lanjut di hadiprana. Ya sudahlah biarkan mengalir aja nanti nyangkut dimana anak ini kerjanya nanti.

Kita lanjut siap2 dulu untuk perjalanan bareng rombongan tur yang sebetulnya aku udah nggak antusias aja, gegara visa baru last minute approved setelah ngomel2, trus cuaca juga kayaknya kurang ok, trus ganes belum jelas nanti gimana, sama yang paling zonk itu mesti rapim di tgl 31 desember. Moga2 aja nanti hasilnya aman2 aja untuk semuanya.. Aamiin YRA..



Desember ini

Setelah Oktober-November yang membagongkan, semoga Desember ini lebih peaceful ya. Tanggal 3 kemarin tampil menari beksan mijil di acara charity, senangnyaa.. trus tanggal 13 ikut workshop bedhaya anglir mendung di salihara, half day. Kayaknya menarik walopun rada kuatir juga karena konon gurunya galak. Tapi gapapalah namanya kita amatiran. Kemarin2 ini juga latihan bedhaya sukoharjo dimana aku nggak hapal2 yang posisi duduk itu, yah karena belum niat aja.. nanti deket2 perform juga mau nggak mau harus hafal.

Oya pas tampil di acara charity itu hepi banget karena selma juga tampil menari bali lewat sanggar ayubulan. Sejujurnya hadiprana sama JJJ itu udah kayak rumah keduaku saking lamanya aku menari disana. 

Trus ini ternyata Ganes pacarnya Selma itu lagi tes di sana untuk posisi arsitek interior, mudah2an aja lulus. Kelihatannya professional, ada psikotesnya, tes gambar desain dan wawancara. Kalo dari sisi kemampuan dan skill sih aku yakin Ganes mampu karena memang dia berbakat desain. 

Yah mudah2an aja keterima ya supaya bisa jelas kapan langkah selanjutnya, jadi karyawan tetap, trus pengennya stabil berkarya disitu, trus propose Selma deh buat nikah karena Selma juga insya Allah tahun depan udah diangkat jadi karyawan tetap. Aamiin YRA..



Wednesday, 26 November 2025

ada apa dengan keluarga jogja

Entah apa yang salah di keluarga besarku, atau mungkin memang lagi jamannya pada lama dapat jodohnya. 

Jadi keponakan2ku itu baru satu yang menikah, itupun juga belum hamil padahal udah setahun lebih. Yang lainnya belum ada yang menikah padahal umurnya udah di atas 30 tahun dan kondisinya juga udah pada mapan pekerjaan dan penghasilan, 3 cewek dan 1 cowok. Rasanya dari sisi fisik juga baik2 aja, kecerdasan bagus, berasal dari keluarga baik2 juga, dari sisi ibadah juga mereka taat semua. Rasanya nggak kurang2 juga ortu mereka mendoakan, termasuk di tanah suci waktu haji dan umroh. Bahkan 2 di antara mereka ini sudah umroh, mestinya udah memohon yang terbaik juga disana.

Gatau juga kenapa pada lama gini ya. Sedangkan ortu2nya dulu menikahnya di usia antara 24-27 tahun. 

Sedangkan kalo dari keluarga mr hubby udah ada 2 yang menikah dan langsung hamil punya anak. 

Jadi ya sudahlah kita tunggu saja sambil didoakan semoga segera dipertemukan dengan jodohnya yang terbaik. Aamiin YRA..



aneka overthinking

Minggu ini banyak hal yang bikin overthinking. Sejujurnya jenuh banget 4 tahun lagi bisa MPP, sanggup gak ya karena ke depan kantorku ini makin gak jelas gado2 tupoksinya, termasuk nyerempet2 ke senayan terkait KSK, trus asuransi, trus support IT ke bank.

Kalo cabut sekarang juga rugi karena pas MPP itu tetep dapat penghasilan setahun, kan lumayan banget, bisa buat nabung2 masa pensiun. Trus mr hubby udah pasti juni depan pensiun, jadi makin kuat alasanku untuk lanjut kerja, dimanapun. Kesian juga dia, padahal usia 56 masih terang kemampuannya untuk bekerja, tapi apa daya ketentuannya gitu. Udah dicoba approach kemana2 tapi buntu. Jadi ya sudahlah terima aja.

Berikutnya yang bikin overthinking adalah ganes cowonya selma yang udah resign trus belum ada lanjutan kerjaan selain freelance desain. Dia minta tolong utk dikoneksiin ke kenalanku yang punya kantor arsitek. Yang bikin nggak enak itu karena pernah minta tolong mbak puri kenalanku itu untuk selma magang, jadi kalo minta tolong lagi pastinya gak enak samsek.

Pusing deh padahal emaknya ganes konon adalah pejabat, moso iya gak bisa bantuin. Yah semoga aja segera dapat pekerjaan yang sesuai dengan passion dan bakatnya, punya jenjang karir yang bagus dan penghasilannya mencukupi sehingga bisa segera menikah dengan selma.. aamiin YRA


Sunday, 23 November 2025

kisah teman lama

Nggak nyangka di IG ketemu teman lama di bintaro di masa anak2 masih kecil. Namanya Dea. Dia ini tetangganya dita, temen kantorku di bank yang juga satu kompleks di kucica bintaro. Alhasil aku malah lebih deket dea ketimbang dita, trus suka main ke rumahnya.

Ceritanya dea ini suaminya orang jepang yang berprofesi sebagai chef di salah satu hotel. Mereka punya anak namanya kenzo, waktu itu sekitar 10an tahun umurnya, jadi lebih tua beberapa tahun dari fikri yang masih lewat balita saat itu. Mereka menyewa rumah di kucica tetanggaan dengan dita. 

Dea cerita banyak tentang dirinya, gimana dulu 10 tahun lebih tinggal di jepang benar2 dari nol nggak bisa bahasanya, sampai akhirnya dia lancar banget bahasa jepang dan lulus kayak pendidikan bahasa jepang di sana. Dia bahagia banget di jepang karena suaminya menjaga dia banget sebagai warga asing. Kehidupannya jepang banget disana karena udah kayak orang jepang asli. 

Sampai kemudian mereka pindah ke Jakarta karena suaminya dapat kerja disana. Sejak pindah ke Indonesia itulah dea merasa suaminya kayak nggak menjaga dia lagi, karena mungkin dipikir ini negaranya sendiri, jadi harus bener2 mandiri dan justru suaminya yang struggling karena ini negara asing buat dia. Suaminya sempat kerja juga jadi chef di Bali sebelumnya balik jadi chef di jakarta, tapi mereka tetap tinggal di bintaro karena mendekat ke sekolah jepang kenzo.  

Yah intinya banyak merasa ditinggalkan karena suaminya melepaskan dea untuk benar2 mandiri. Sampai akhirnya suatu hari ada kabar berita mengejutkan. Suaminya meninggal dunia di tempat kecelakaan karena tabrakan tunggal di Jakarta, pulang lewat tengah malam setelah lembur sebagai chef di hotel. Sedih banget rasanya. Dea begitu terpukul nggak menyangka ditinggalkan secepat itu bersama kenzo yang masih kecil.

Tapi karena warga negara jepang dan juga punya anak warga jepang, akhirnya dea mengurus segala sesuatunya sehingga mendapatkan hak-hak asuransi dan kematian dari jepang. Sebelumnya pas nikah dia juga udah dibelikan rumah oleh alm suaminya di cinere yang kemudian ditempati ibu dan adik2nya. Setelah dapat hak2 asuransi dan kematian yang jumlahnya besar banget itu menurutku, Dea masih stay di bintaro. Dia sempat pacaran dengan bule juga, tapi lalu putus. Menurutku dea ini memang selera orang asing sih. Dea ini mengajar privat bahasa Indonesia ke orang2 jepang yang tinggal di Jakarta, biasanya istri dan anaknya ekspat.

Dea yang semula gaya hidupnya lumayan tinggi akhirnya harus menyesuaikan diri, termasuk perabotan rumahnya yang bagus2 itu pada dijual karena dia mau balik ke rumahnya di cinere. Aku sempat beli kulkas dan sepeda anak2 untuk bantu dia. Sepedanya kenzo itu dipakai fikri untuk main waktu itu. Aku memikirkan gimana masa depan kenzo, tapi yang jelas dia nanti balik ke jepang karena warga negara jepang dan pemerintahnya pasti mikirin warganya apalagi warga muda, gak kayak di konoha.

Lalu akupun pindah rumah ke puri bintaro, sedangkan dia pindah ke cinere. Sejak itu hilang kontak. Banyak kejadian sesudahnya, termasuk dita temanku itu malah divorce dengan suaminya, prio yang juga temenku.

Aku justru sering menanyakan tentang dea ini ke mbak nana sahabatku yang suaminya orang jepang dan sekarang tinggal di Sapporo itu. sebagai sesame istri orang asing mereka saling kenal, tapi juga lost contact. Sampai akhirnya semalem mbak nana info kalo nemu dea di IG. 

Dari situlah berkontak lagi, ternyata dia udah pindah ke bogor deket suryakencana. Dia melanjutkan hidupnya dengan mengajar bahasa jepang di kelas2 pekerja yang akan berangkat ke jepang. Alhamdulillah bermanfaat juga apa yang dia peroleh dari 10 tahun tinggal di jepang, karena waktu itu dia ambil pendidikan bahasa jepang sembari ngurus rumah tangga di sana.

Lalu kenzo sekarang tinggal di Osaka, kerja disana. Aku nemu juga IGnya kenzo, kelihatannya dia tumbuh baik walaupun dari wajahnya kulihat ada raut kesedihan karena ayahnya sudah nggak ada dan ibunya juga jauh di Indonesia. 

Aku lagi mau kontak2an dengan dita untuk janjian ketemu bertiga. Pengen saling bertukar cerita, udah lama banget nggak berkontak. Mudah2an segera bisa ketemu.. sehat2 semua, murah rejeki dan lancar semua urusan kita yaa.. Aamiin YRA



Monday, 15 September 2025

lanjutan huru hara

Dan ternyata bosku beneran jadi pejabat negara. Sejujurnya aku bersyukur banget dia pergi dengan alasan apapun, bukan kenapa2 tapi karena aku sangat berharap kantor ini kembali adem ayem dan nggak direcoki dengan hal-hal politis.

Jadi ceritanya waktu dia dulu tiba2 ditunjuk jadi pimpinan di kantorku, suasana yang semula tenang jadi tegang, penuh kecurigaan dan sangat politis. Gimana enggak, coba rasakan apa yang kutuliskan di bawah ini:

-Membawa timnya dari luar kantor, orang2 dia yang isinya sekitar 7 orang, dan dia hanya percaya circle itu aja, tentunya dengan background pejabat besar sebagai sponsor yang membawanya kemari

-Nggak punya rasa memiliki terhadap institusi kita, serasa bukan rumah sendiri yang harus dipelihara dan dikembangkan sebagaimana pimpinan pada umumnya

-Punya dunia dan agendanya sendiri dengan circlenya, sehingga kegiatan kantor kita hanya sebagai sampingan, tapi okelah karena kelihatannya apa yang dia lakukan dengan dunia dan agendanya itu untuk kepentingan negara (semoga)

-Tidak ada keinginan untuk mempercayai orang2 internal, bener2 hanya circlenya sendiri, bahkan curiga jika ada yang berusaha dekat walaupun bermaksud baik. Curiga bahwa orang2 yang dulu diparkir karena nggak perform itu sebetulnya adalah karena ketidaksukaan dari pimpinan yang lama. Yeah mungkin ada benarnya, tapi coba cek sendiri karena orang2 itu ya memang nggak bagus aslinya

-Membawa insitusi ini ke hal2 yang menyerempet dan membahayakan, hanya karena dia punya agenda tertentu yang mungkin saja bagus, tapi sebetulnya kita nggak punya kewenangan untuk melakukan hal itu. Ini kayak perumpamaannya wewenang kita itu hanya boleh jualan buku, eh tiba2 disuruh jualan alat perang walaupun dalam rangka membela negara, sekedar perumpamaan aja. Ini kan konyol banget. Benar2 menyeramkan. Untung aja dengan doa seluruh orang di kantor akhirnya nggak berlanjut.

-Banyak merugikan pegawai dengan asumsi ketidakpercayaan, curiga ada yang berusaha menjatuhkan dia. Tipis kuping untuk menerima kritikan. Padahal sebagai pimpinan, bahkan sebagai manusia biasa, kita ini biasalah diomongin orang, apalagi sebagai atasan tertinggi. Gak mungkin semua orang suka sama kita. Akibatnya banyak yang jadi korban disingkirkan padahal belum tentu orang tersebut bersalah.

Anyway semoga kantorku kembali adem ayem dan sesuai dengan tugas2 yang memang seharusnya dilakukan. Pengen soft landing dengan selamat 4 tahun lagi di saat aku pensiun. Nggak peduli dengan gimana sepak terjang ex bossku di jabatannya sekarang. Sejujurnya apa yang dilakukan di tempat lama mestinya akan dilakukan juga di tempat baru, karena past behavior predicts the future. Bisa jadi:

-Gak disupport pegawainya di kantor barunya karena hanya percaya sama circle, nggak ada yang dipercaya dan merasa itu orangnya pimpinan yang lama, curigaan dll yang tadi udah kusebut di atas

-Blunder karena ngasal bicara

-Bakalan offiside karena melanggar pagar2 dan ketentuan yang bukan kewenangannya, ini bahaya banget kalo terjadi karena bisa berakibat hukum 

- Bisa lebih cepat selesai kalo sponsornya selesai dengan berbagai alasan (meninggal dll)

Ini hanya sekedar perkiraan aja sih. Kusimpan dulu untuk nanti kita lihat seperti apa ke depan..



Sunday, 7 September 2025

huru hara 2 minggu..

Ternyata mengalami aneka hiruk pikuk aka huru hara dalam 2 minggu ini.. 

Dimulai dari perjalanan ke Solo dalam rangka workshop bedhaya sukoharjo. Workshopnya sih berjalan lancar banget, senengg banget karena belajar tarian baru yang targetnya pentas nanti di WDD tahun depan. Seperti biasa aku minta posisi aman penuh contekan kanan kiri depan belakang, soalnya udah males mikir hihihi..

Cuma ya gitu, ternyata bertepatan dengan demo2an terhadap DPR.

Jadi pas kita latihan itu mulailah berita2 demo dimana2 termasuk di Solo. Malemnya kita mau balik ke hotel jadi was2 karena terinfo jalan2 ditutup karena demo. Malem itu selesai latihan nari di ndalem kesawan deket kraton kasunanan, kita pesen grab tapi jalanan udah pada ditutup. Terpaksa jalan kaki jauh buat keluar dari lingkungan beteng ini. Begitu sampe jalan besar wuahh padat banget orang demo, untungnya mobil grab udah nunggu jadinya kita langsung bisa cabut.

Nah malemnya rame banget di depan grandhap hotel tempat kita menginap. Karena daerahnya itu di slamet riyadi maka pasti jadi sasaran demo. Malem kita mau tidur jadi kebangun karena berisik banget. Dari jendela kamar terlihat jalanan depan hotel penuh banget orang, samping hotel juga penuh orang, lalu lempar2an sejenis bom molotov gitulah, trus sirine meraung2, speaker dll.  Aku jadi stress sendiri karena lama banget, baru kira2 jam 3.30 pagi redaan, itupun belum bubar2 banget. Alhasil cuma bisa tidur 2-3jam aja. 

Hari terakhir perjalanan ke bandara juga melewati tempat2 bekas demo, salah satunya gedung DPRD yang hancur. Aku juga jadi kuatir gimana nanti pesawatnya. Tapi Alhamdulillah lancar semuanya. Sampai Jakarta juga aman.

Kupikir2 kenapa sih jadi warga Indonesia gini amat. Generasiku mengalami masa kerusuhan 1998, covid 2019-2022, lalu sekarang 2025 kerusuhan lagi.

Sejujurnya aku juga gerah banget sama kondisi di negeri ini. Apalagi di kerjaanku akhir2 ini banyak berurusan dengan DPR, jadi tau betul kelakuannya gimana terkait request misal perjalanan dinas, kunjungan dapil minta dikerjasamakan dll. Aku pengen nulis banyak tentang kekesalan terhadap macem2 di negeri ini tapi nantilah kalo udh reda dan ada titik terang.

Trus hiruk pikuk kedua adalah perihal promosi dan rotasi. Tetiba direksi keuangan nggak dilanjut dan harus ambil MPP wajib. Akibatnya berderet dampak, termasuk anak buahku promosi ke treasury. Pada prinsipnya aku hepi aja sih karena anak buahku itu pintar tapi memang dari sisi personality perlu banyak perbaikan karena anaknya ngegas banget. Sekarang lagi pasrah nunggu siapa gantinya. Mudah2an yang bagus ajalah.

Lalu ada juga hiruk pikuk pergantian pimpinan tertinggi. Bos besar yang tadinya tak terkalahkan ternyata info2nya gak lanjut karena nggak lolos di pansel. Udah pasrah nanti gimana ke depan, dihadapi aja. Sampai sekarang masih belum ada keputusannya, semoga aja yang terbaik.

Nah karena mumet akhirnya long wkend kemarin aku jalan ke bandung bareng Yuni salah satu temen kuliahku, sekedar healing aja. Kita nginap di apartemen el royal braga, trus jalan kesana kemari. Nah anehnya selama di bandung, pas makan di lotek macan yang dulu aku pernah kesana tuh rasanya maknyus banget, kemarin ini kok biasa aja ya, cenderung asin. Apa karena suasana hati ya, entahlah..

Jadi begitulah cerita hiruk pikuk kehidupan dalam 2 minggu ini. Semoga ke depan dilancarkan semuanya.. aamiin YRA



Thursday, 19 June 2025

rest in peace temanku..

Kaget banget semalam terima kabar temen esempe kita yohanes meninggal dunia karena jantung dan gula hiks.. kita dulu sekelas di kelas 1 dan deket banget ada yohanes, jamal, desi, aku.. lalu pas kelas 2 barulah ketemu gank yang bertahan cukup lama terdiri dari desi, aku, zulfri, arip dan ifan. Trus jaman esema temen2 deketku itu ada dewi, wardi dan tomo.

Aku masih menyimpan diari mini yang isinya tulisan kenangan temen2. Kalo baca2 itu suka ketawa sendiri, konyol2 banget tulisannya. Inget nggak, jaman dulu kan musimnya tiap sahabat nulisin kenang2an di buku diari, dan aku masih menyimpannya.

Tapi ya dari pengalaman hidupku, entah kenapa tiap gank deket yang ada cowo2nya ujung2nya pasti ada yang suka dan baru terungkap bertahun2 kemudian. Makanya aku jadi nggak percaya bahwa cowo dan cewe itu bisa betul2 berteman tanpa ujungnya ada rasa suka, ya kecuali kalo bener2 nggak menarik atau nyebelin cewenya 

Dari beberapa ketemuan temen2 barulah kutau bahwa penggemarku ya temen2 deketku itu. ternyata arip suka sama aku, yohanes juga, trus zul juga. Jaman esema juga sama aja. Tapi kejadian juga sih aku suka sama nanung, tapi dia ternyata lempeng2 aja ngga ada rasa sama aku huaa..

Cerita mengenai yohanes ini, anaknya suka ngelucu, badannya gendut putih, makannya banyak, yang menarik dia itu katholik taat tapi sahabatan sama jamal yang dari keluarga muslim super santri (bapaknya jamal bolak balik ke timur tengah). Mereka berdua duduk sebelahan dan ngelawak melulu, cela2an tapi rukun2 aja. Nah aku dan desi kan duduk sebelahan dan deket2 mereka duduknya, jadinya ketawa mulu dengan banyolan mereka.

Selanjutnya infonya mungkin karena yohanes makannya nggak terkontrol dan ada riwayat diabetes, di usia 51 meninggal karena gula dan jantung. Aku nggak bisa cerita banyak tentang dia karena esema dan selanjutnya udah nggak kontakan lagi, trus aku lulus kuliah kan kerja di jakarta sampe sekarang.

Mengenai suka nggak suka ini aku kadang suka nggak percaya, karena aku tuh merasa biasa aja, ya paling aku tuh kata orang2 itu pintar karena langganan ranking, trus suka ngelawak. Sisanya ya standar aja, makanya aku nggak percaya klo dulu ada secret admirer.

Aku juga baru sadar setelah desi bilang ke aku, nama anaknya mirip banget namaku, tapi 1 kata ada yang diganti, tapi secara keseluruhan mirip namaku karena namaku rada nggak umum dan panjang. Kata desi tuh bener kan karena efek ngefans.. hadehh

Kudoakan semoga yohanes beristirahat dengan tenang, rest in peace.. infonya ada acara kebaktian sebelum dimakamkan. Aku nggak bisa melayat karena tinggal di Jakarta. Maafkan kalo aku ada kesalahan ya.. semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kemudahan menjalankan hari2 selanjutnya.. T_T



Monday, 9 June 2025

nggak cocok homestay

 Sebetulnya nggak sengaja punya rumah kecil yang dijadikan homestay di jogja. Berawal dari keinginan punya rumah di jogja yang bisa dijadikan tempat nginap kalo lagi di jogja, tapi sehari2 bisa disewakan jadi homestay kecil2an. 

Tapi ternyata tidak semudah itu ferguso. Karena kenyataannya biaya operasionalnya ya lumayan, nggak nutup dengan hasilnya yang nggak seberapa, sedangkan tiap ke jogja juga kita nggak nginap di sana, termasuk jarang juga kita ke jogja.

Tadinya kita kelola sendiri, hasil yah so-so nutup biaya operasional & lebihan dikit. Trus kita titipin ke manajemen homestay dengan porsi 65:35. Awalnya hasilnya lumayan, tapi lama2 malah nombok nggak jelas. Akhirnya kita ambil alih lagi, hasilnya balik lagi so-so nutup biaya operasional aja. Iklannya sih lewat IG dan Airbnb doang, tapi ya gitulah hasilnya. Tapi mungkin memang kondisi perekonomian lagi nggak bagus, semua lagi nyungsep.

Yah memang nggak semua jenis bisnis bisa cocok. 

Oleh karena itu aku lagi nitipin rumah ini buat dijual aja, buat tabungan pensiun dan juga nabung untuk biaya studi spesialis fikri. Mudah2an bisa segera terjual cepat dengan harga bagus. Aamiin YRA..



Monday, 17 March 2025

nggak terasa menjelang purna..

Mr hubby nggak terasa sudah menjelang purnatugas di 56 tahun di tahun depan. Tahun ini 55 dan semacam tersadar setelah tiba2 ada pemberitahuan untuk uang pensiun 90% diberikan bulan ini, sisanya tahun depan pas pensiun.

Ada perasaan nano nano tentunya yang dirasakan oleh dia. Aku sendiri masih 5,5 tahun lagi pensiun. Sebetulnya sudah lelah dan pengen pensiun dini, tapi baru tersadar mr hubby malah mau pensiun, jadinya aku harus kembali jadi breadwinner setelah mungkin 15 tahun terakhir bisa sharing, sedangkan 12 tahun pertama aku yang menjadi breadwinner karena dia nggak kunjung stabil dalam pekerjaan, pindah-pindah kerja dan sempat jobless juga.

Apapun itu jalan hidup dilalui dengan banyak bersyukur. Itulah mengapa aku nggak boleh berhenti bekerja. Bahkan sejak kuliahpun aku udah nyari uang sendiri lewat jaga pameran, penerjemah, ngajar bimbel, ngajar privat dll. Lulus kuliah langsung kerja, bahkan udah bekerja sebelum wisudaan, lanjut terus bekerja di bank 11 tahun, di oil company 2 tahun, oil service 1 tahun dan terakhir di sini nggak terasa udah 15 tahun. kalo ditotal dengan nanti pensiun berarti aku udah bekerja selama 34 tahun. kelihatannya juga nggak berhenti sampai disitu sih, kemungkinan aku masih akan kerja jadi konsultan lepas, ngajar dll.

Kadang bekerja itu bukan cuma urusan uang, tapi lebih kepada rasa kebermanfaatan dan aktualisasi diri, walopun sejujurnya aku kerja ya memang untuk support nafkah. Realistis ajalah, coba kalo aku nggak kerja, trus mr hubby pas dulu nggak kunjung stabil pekerjaannya, pindah2 dan sempet jobless, trus kita hidupnya gimana. Belum lagi cicilan rumah, mobil, sekolah anak, tabungan hari tua dll.

Dan masih ada pe-er buat kita, tentunya terkait anak-anak, khususnya fikri mau lanjut spesialis setelah 1 tahun internship wajib dan kerja di RS 1 tahun. Biaya spesialis tentunya besar banget karena selama jadi residen nggak boleh bekerja, dan studinya bisa 5 tahun sendiri. Sedangkan selma alhamdulillah sudah lulus kuliah dan bekerja, tapi kan untuk menikah perlu support juga, khususnya untuk urusan rumah. Kendati jodohnya masih belum jelas apakah pacarnya yang sekarang atau nanti ada yang benar2 jodohnya, tapi semuanya harus dipersiapkan.

Insya Allah semua berjalan lancar. Niat baik insya Allah dimudahkan asal kita berusaha, bekerja dan berdoa. Aamiin YRA..



Sunday, 2 March 2025

intuisi

Terkadang instuisi istri itu kuat juga. Jadi ceritanya mr hubby tahun depan kan pensiun, nah dia lagi effort banget bisa perpanjang masa kerjanya, satu2nya cara adalah jadi bod di anak perusahaan biarpun kecil. Sejujurnya aku antara support dan gak support, karena aku juga pengen dia lanjut sampe 2-3 tahun lagi sebagai bod di anak perusahaan, tapi juga takut dia kepleset misal kasus atau apalah yang sifatnya politis, belum lagi gangguan lainnya.

Aku pribadi nggak pernah bercita2 jadi istri pejabat atau apapun, toh selama ini aku mengandalkan diri sendiri dengan bekerja, nggak pernah berhenti bekerja bahkan sejak kuliah aku udah nyari duit sendiri. Karirku biarpun nggak kinclong2 amat tapi masih relatif lancarlah, bahkan sempat ditawari bosku untuk promosi ke level maksimal tapi aku bertahan belum ambil karena aku menjaga perasaan mr hubby, sehingga menurutku sampai level ini aja udah Alhamdulillah banget bisa kucapai. Yah mungkin suatu saat kalo memang rejekiku, level maksimal itu bisa kucapai juga dalam kondisi mr hubby udah legowo.

Kembali ke mr hubby. Ada masanya dia bermasalah di tempat kerja terdahulu, sehingga aku benar2 harus jagain betul. Gimana dulu terpuruknya dia, trus aku yang harus mengganti semua dan dia harus cabut, trus pindah2 kerja sampai akhirnya di tempat ini kuharap bertahan hingga pensiun. Sebagai istri rasanya aku nggak pernah ikut campur urusan kerjaan dia, bahkan aku nggak tau dengan dengan dinamika di kantornya. Aku juga nggak pernah minta macem2 seperti pasangan orang2 lain, toh semuanya bisa kuupayakan dengan hasil kerja dan karirku sendiri. Aku juga nggak keberatan untuk investasi dan biaya rumah tangga dari hasil kerjaku, karena aku memang suka bekerja, dan mungkin Allah kasih rejeki lebihnya justru dari aku sebagai istri.

Dalam bekerja dan berkehidupan menurutku reputasi diri itu hal mutlak. Oleh karena itu harus selalu lurus dalam bekerja dan berkehidupan. Barangkali karena itu aku kurang sreg kalo mr hubby lanjut jadi bod di anak perusahaan, ya walopun hanya bidang penunjang. Lebih baik menjalani pensiun di usia pensiun dengan soft landing dan membawa reputasi diri yang baik, lalu melanjutkan karir di tempat lain. Aku percaya dia masih sangat potensial berlanjut di tempat lain sampai bertahun2 nanti kalo dirasa sudah cukup untuk bekerja. 

Ndilalahnya hebohlah urusan negeri ini dengan aneka masalah Indonesia gelap, dan ternyata perusahaan tempat mr hubby bekerja juga terdampak. Oleh karena itu usahanya menjadi bod pastinya tertahan sehingga mau nggak mau kembali ke usia pensiun di tahun depan. Yah barangkali itulah intuisi istri yang berharap sudahlah jalani usia pensiun normal, lalu kerja lagi di bidang lain. 

Semoga saja semua bisa berjalan dengan lancar. Aku berharap sebelum pensiun pertengahan tahun depan mr hubby sudah mendapatkan cantolan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Aamiin YRA…



Wednesday, 13 November 2024

november yang penuh pengharapan

Biasanya bulan November itu rasanya hepi karena bulan ulang tahunku. Tapi kali ini adalah November yang penuh pengharapan.

Pertama, jelang ultah tapi badanku nggak fit. Gerd parah dan nyeri punggung bawah yang nggak sembuh2. Aku berharap badanku segera sembuh dan fit kembali.

Kedua, selma proses untuk rekrutmen masih lambat banget progresnya. Itu kalo nggak dikejar2 nggak taulah kayak apa. Aku benar2 berharap dan berdoa semoga bulan November ini sudah clear dia keterima kerja.

Ketiga, fikri ujian ukmppd baik cbt maupun osce. Nggak bisa bantu cuma bisa mendoakan semoga diberikan kemudahan kelancaran dan kelulusan dalam ujian cbt dan osce.

Sejauh ini untuk ultah aku udah mempersiapkan syukuran sederhana:

-Nasi box untuk jamaah masjid kampung di bintaro, titip sama tukang langganan

-Nasi box untuk teman2 kantor di bagianku

-Donasi anak2 panti asuhan untuk rekreasi kecil2an berupa sewa mobil, tiket masuk tempat rekreasi, snack dan makan siang, aku titip ke temen kantorku yang biasa ngurusin

Mudah2an semua berjalan dengan lancar.. semoga aku kembali sehat, semoga selma diterima di tempat kerja dan semoga fikri lulus ujian ukmppd baik cbt maupun osce. Aamiin YRA…



Monday, 21 October 2024

jadi motivasi kerjamu apa?

Mungkin kalo bukan di jaman medsos saling adu nasib gini rasanya ibu2 kerja ya suatu hal yang biasa aja. Kayaknya orang hidup ya nggak saling adu nasib, paling cuma ngebatin.
Seperti yang sering aku liat di timeline yang sliwar sliwer di IG dan threads, pertentangan antara ibu bekerja dan tidak bekerja, dunia yang patriarki dll. 

Padahal ibu2 bekerja itu udah ada sejak jaman baheula, gimana ibu2 jaman dulu itu kerja di sawah, jualan di pasar, jadi guru, pedagang, jadi pembantu, kerja di pabrik rokok dll buat cari nafkah, bahkan jadi ratu di kerajaan jawa jaman dahulu termasuk mimpin perang kayak tjut nyak dien di aceh dll tapi ya biasa aja gada yang nyinyir.

Menurutku juga biasa aja, kayak aku dan para ibu bekerja lainnya. Untuk hidup perlu biaya. Biaya diperoleh dari bekerja. Realistis menjadi ibu bekerja karena perlu biaya rumah tangga dan kita dianugrahi kemampuan untuk berpikir dan bekerja, multi tasking dan kemampuan manajemen pekerjaan, keluarga dan diri sendiri sehingga semuanya bisa dioptimalkan dengan sebaik-baiknya. 

Sejak awal aku udah bekerja, tapi motivasi utamaku adalah penghasilan untuk kehidupan rumah tangga. Rasanya kalo dilihat dari porsinya mungkin sejak aku menikah sebagian besar biaya rumah tangga itu dari aku, termasuk cicilan rumah, sekolah anak, operasional rumah tangga, nabung, investasi pensiun dll. 

Hal ini karena mr hubby yang nggak stabil di pekerjaan, keluar masuk kerja entah udah berapa kali dengan berbagai penyebab, bahkan sempat ada kewajiban finansial segala. Untungnya aku stabil di pekerjaanku sehingga bisa mengcover semua biaya rumah tangga sampai hampir 15 tahun pernikahan sampai akhirnya dia stabil di pekerjaannya. Bayangkan aja kalo aku nggak kerja trus gimana kehidupan kita dan anak2..

Lambat laun setelah usia pernikahan melewati 15 tahun mulailah rada napas karena mr hubby ada posisi di pekerjaan yang baik, tapi masih ada cicilan rumah baru karena rumah yang lama terlalu kecil dan rumah lama kita sewakan aja. 

Sekarang di usia pernikahan 26 tahun Alhamdulillah cicilan rumah beres dan kita mulai persiapan masa pensiun dengan membangun kos-kosan di jogja dan menyiapkan tempat tinggal disana. Rasanya dari kos2an cukuplah untuk masa pensiun kita nanti karena kita pengen tinggal di jogja. Biaya hidup setelah pensiun rasanya masih aman dari kos2an dan tabungan pensiun kita, mudah2an diberikan kesehatan lahir batin untuk menjalani usia pensiun yang produktif. 

Aku pengen banget waktu pensiun berkegiatan di jogja yang sifatnya sosial dan amal, keagamaan selain ngurus kos2an, pengen juga ngajar dan jadi konsultan sesekali.

Nah lalu motivasi kerja menjadi berubah sedikit menjadi persiapan finansial untuk masa pensiun yang kira2 sekitar 5-6 tahun lagi. Alhamdulillah anak2 juga pelan2 sudah beres sekolahnya, mudah2an selma diterima bekerja di tempat yang kondusif dan sesuai keinginannya di bidang arsitektur, semoga fikri lulus ujian akhir kompetensi dokter dan bisa mulai internship di rumah sakit sesuai keinginan. 

Yang pasti aku masih termotivasi bekerja selain untuk persiapan finansial pensiun, juga agar tetap punya bargaining power terhadap mr hubby yang setelah dia mulai stabil karirnya jadi ngeselin. Selain itu aku harus menjaga bargaining power dan marwah diriku terhadap keluarga besar dan para netijen yang budiman, serta menjadi role model yang baik juga untuk anak2ku. 

Aku bahkan udah gak tau bidang kerjaku mengarah kemana karena jurusan kuliah yang gak nyambung, trus sempat berada pada track bidang tertentu dan terakhir malah beda bidang lagi, pokoknya yang penting kerja yang benar untuk menjemput rejeki. Terkesan pragmatis tapi ya memang hidup perlu nafkah yang halal dari pekerjaanku ini.

Terkadang aku merasa lelah juga pengen free dan kesana kemari kayak ibu2 arisan, senam2 dan sosialita, tapi membayangkan hilangnya perasaan dihargai karena pekerjaan dan merasa punya value itu buatku nggak bisa kuterima. Nggak harus jabatan yang gimana2, yang penting masih bekerja dan berpenghasilan aja udah cukup buatku. 

Sampai sekarang masih kupegang amanah ibuku untuk terus bekerja untuk menjaga marwah diri dan bargaining power, termasuk setelah melihat role model kakak2 perempuanku yang tangguh dalam bekerja, membuatku terkadang malu kenapa aku secemen itu dalam menghadapi tantangan pekerjaan, kupegang juga perkataan ibuku jika aku mengeluh tentang pekerjaan maka ibuku bilang ya memang untuk itulah kamu dibayar.. 

yeah suka tidak suka harga diriku memang ada pada pekerjaan.. semoga sehat2 dan semangat selalu diriku.. aamiin YRA




Monday, 30 September 2024

reramean di bulan september

Ternyata bulan September masih diwarnai dengan aneka keriuhan. Dimulai dengan hadir di kondangan boss kantor mr.hubby yang harus buru2 cabut karena mau liat selma pentas tari legong di bintaro. Senangnya liat dia pentas lagi, tapi ya gitu deh puanass trus dia juga harus diet lagi karena bodinya keliatan membesar. Selma ini hobi banget menari khususnya tari Bali. Dari balita udah banci tampil kalo nari, hujan badaipun tetep berangkat latihan nari bali waktu jaman esde dan berlanjut sampe sekarang.

Minggu selanjutnya mesti hadir di kondangan anaknya mbak gantini, dimana kita harus nari sarikusumo mendampingi mbak gantini yang pengen nari di acara resepsi anaknya. Kita yang banci tampil ini memang hepi2 aja, apalagi narinya udah hapal banget hihi.. acara berlangsung lancar, kita semua pake kebaya kembang2 dan foto2nya juga bagusss…

Tadinya mau istirahat dulu dari tari menari gaya jogja ini, ehh tapi trus mbak Wulan tiba2 minta kita mengisi acara show-nya mas Popu sohib dia, di senayan city lagi. Wuah repot ini karena tarinya perangan srikandi suradewati, yang mana pasti nggak akan kompak perangannya.. alhasil latihan lagi bolak balik. Di sela-sela itu kita pergi ke Penang untuk mengantar mr hubby medical check up dan ke dokter spesialis ginjal untuk konsul urusan batu ginjal dan fungsi ginjal dia, kelanjutan waktu itu mr hubby bermasalah dengan batu ginjal dan fungsi ginjalnya kurang bagus di bulan juni. Cerita perjalanan ke Penang kita tulis setelah tulisan ini ya.

Perjalanan ke Penang sendiri berjalan lancar. Fikri kali ini nggak ikut karena dia nunggu yudisium hasil koas dia selama 2 tahun kemarin. Alhamdulillah lulus semuanya. Aku bisa merasakan hawanya sih, karena selama koas kemarin dia benar2 serius dan all out. Ngeliat perjuangan dia koas rasanya udah lelah duluan, jaga malam, kurang tidur dan seabrek tugas2 serta aneka ujian tanpa henti. Berhubung jadi dokter itu pilihannya sendiri jadi ya monggo aja dihadapi dengan semangat. Sebagai ortu cuma bisa membiayai, mendukung dan mendoakan semoga lancar dan lulus tepat waktu dengan hasil sesuai harapan.

Kelar dari Penang lanjut latihan lagi kali ini untuk acar mas Popu itu. acaranya berlangsung lancar dan tampilnya juga cakeplah biarpun perangannya ambyar hihi.. di sela-sela urusan tari menari ini ada urusan finalisasi anggaran dengan kementerian juga. Kita juga persiapan untuk mau ke jogja urusan resepsi keponakan di awal oktober, jadi harus jahitin kebaya dan batik sebagai keluarga mempelai. 

Trus abis dari Penang itu sempet kumpul bocah dengan para keponakans di mall. Aku tuh lumayan deket sama keponakans karena waktu mereka lahir aku masih kuliah dan jaman kecil2an mereka aku ikutan ngasuh, mandiin nyuapin dll kalo mereka ke rumah kakek neneknya alias ortuku. Sebagai anak bontot yang jaraknya jauh, pada saat kakak2 udah mencar ke rumah2 mereka dan punya anak, aku yang waktu itu masih kuliah sering dipanggil buat jagain keponakans klo mereka lagi repot apalagi kakak2ku suami istri pada kerja semua. Sampe sekarangpun ada 1 anak kakakku tinggal sama aku, dan rumahku sering jadi tempat transit para keponakans untuk awal2 kerja mereka.

Akhir September ini rada was2 juga konon di kantor mau ada pergantian pemain sana sini, nanti kuceritain di tulisan yang lain. Intinya suasana perpolitikan kantor lagi membagongkan sekali. Yah semoga semua hal berjalan dengan lancar. Buatku urusan kerjaan dilakoni aja semampunya, yang lebih penting adalah anak2ku, gimana selma bisa segera kerja di tempat yang kondusif dan lokasinya dekat rumah, serta fikri langsung lulus ujian kompetensi dokter alias UKMPPD. Semoga semuanya lancar dan dimudahkan capaiannya.. aamiin YRA..




Monday, 2 September 2024

super hectic di agustus part 2

Hari sabtu 24 agustus wisudanya Selma di UI. Lulus dari arsitektur, IPKnya 3.60 padahal untuk jadi cumlaude itu 3.61. kebayang kan nyeseknya.. padahal emaknya dulu cumlaude di UGM biarpun jurusan non eksakta. Pagi2 jam 4.30 udah dandan panggil mua dan hairdo buat selma. Jam 6 pagi udah harus jalan ke UI karena jam 7 mau foto2 dulu sama tukang foto yang last minute dapet dari IG.

Macet banget jalan masuk UI, dan semua orang berpikiran sama untuk foto2.. alhasil ya penuh juga tempat foto2nya, tapi Alhamdulillah masi dapet spot yang bagus. Keputusan untuk foto2 pagi ternyata benar, karena abis seremoni wisuda yang penuh dengan nyanyi2 itu ternyata panaaass banget di luarnya, nggak akan sanggup foto2 kalo abis wisudaan.

Alhamdulillah lancar acaranya. Kudoakan Selma semoga segera dapat pekerjaan yang sesuai dengan harapannya, sesuai kemampuannya di bidang arsitektur, lokasinya dekat dengan rumah, penghasilan memadai, bisa memberi ruang untuk berkreasi, eksplore berbagai hal positif dan bisa berkarir dengan baik, serta bisa berkarir untuk jangka panjang. Aamin YRA..

Hampir lupa tanggal 24 pas wisudaan itu Fikri juga ultah ke 25. Kudoakan segera selesai koas-nya yang tinggal dikit lagi, lulus seluruh ujian koasnya, langsung lulus ujian UKMPPD-nya bulan November besok, dan dapat tempat internship yang tepat buat mengaplikasikan ilmunya, mudah2an dekat tempatnya.

Kembali ke kesibukan lagi.. selesai wisuda di hari sabtu harus segera move on karena aku mesti dinas seminggu full ke bali dan banyuwangi. Bawaan koper bener2 full karena seminggu dan akhir minggu itu ada acara teambuilding musti cosplay pake kostum. 

Kita berangkat hari minggu siang ke bali. Raker rencana kerja dan anggaran yang membagongkan itu. Dan benarlah sesuai dugaan, tiap hari kelar jam 12 malam dan isinya si boss ngamuk2 melulu hadehh.. pak boss marah besar akumulasi dari kesel2an dengan sesama boss, ketambahan pula ada pengaduan dll yang bikin bete dia.

alhasil selama di bali nggak sempet ngapa2in, hari terakhir cuma sempat jalan keliling hotel sekitar 6000 langkah doang, sama beli oleh2 di krisna yang dikirim pake paket bersama beberapa baju kotor karena koper udah sesak kebanyakan baju kotor.

Hari kamis kita harus melanjutkan hidup dengan perjalanan darat ke banyuwangi, karena kita mesti teambuilding disana. Perjalanan dari jam 10 pagi dan sampe banyuwangi jam 6 sore. Dulu aku juga pernah jalan darat tapi dari banyuwangi ke bali. Di perjalanan kita mampir makan siang jam 2an di warung pantai. Ini recommended banget tempatnya karena terhampar pantai di hadapan kita. Naik ferry Alhamdulillah juga lancar.

Di banyuwangi kita jalan2 bareng direktorat ke de djawatan, makan nasi tempong, trus kegiatan CSR donasi untuk pelepasan tukik penyu dan penanaman pandan laut di pantai santen. Dulu banget aku pernah ke banyuwangi dan udah kutulis juga sebelumnya. Waktu itu nggak sempet ke de djawatan, tapi sempet udah muter2 banyak kayak ke baluran, pantai bama, teluk ijo, pulau merah, taman nasional alas purwo, plengkung, bahkan naik ke ijen. Aku juga pernah ke pulau menjangan tapi di acara kantor yang lain. 

Nah kali ini karena waktu terbatas jadinya cuma ke de djawatan, pantai santen buat CSR, trus temen2 ada yang lanjut ke pulau menjangan. Bahkan kali ini nggak bisa ke ijen karena ditutup.

Setelah selesai de djawatan dan kegiatan CSR, malemnya ke ketapang indah ada acara kebersamaan pake cosplay kostum. Berhubung modal dengkul maka aku cosplay jadi dokter minjem baju dan aneka peralatan fikri. Acaranya sih rada garing karena mc kurang bagus dalam mengarahkan. Sabtu pagi aku balik Jakarta, sementara temen2 yang muda2 masih lanjut main ke tabuhan dan menjangan. Baru mau napas sabtu sore sampe Jakarta, eh udah ada orderan bikin materi untuk rapat dengan board buat hari senin. Hari minggunya latihan nari di rumah mbak Ria untuk persiapan pentas ala2 di nikahan anak mbak Gati.

Alhamdulillah bulan agustus bisa dilalui dengan lancar kendati super padat dan beda2 situasinya. Semoga bulan September dan bulan2 selanjutnya semua bisa berjalan dengan lancar juga..