Monday, 22 June 2026

tentang fikri

Entah kenapa jalannya Fikri ini nggak selalu mulus. Mulai dari lulus esempe labsky harusnya dia bisa lanjut ke sma labsky tapi ternyata nilainya belum cukup untuk jalur internal. Lalu dia pilih SMA negeri 47 walaupun udah kuingatkan lebih baik ambil Al Azhar pusat, toh udah lulus dan kubayar juga uang pangkalnya. Tapi anaknya kekeuh ke negeri. Dan ternyata memang betul dia jadi rada gegar budaya di sma negeri jadi dijauhi teman2nya karena terlalu lurus di sekolah karena selama ini di labsky. Terlalu lurusnya ini bikin temen2nya kesel, misal nggak mau nyontek, nggak mau bolos dll.

Trus lulus kuliah berharap banget bisa masuk FK negeri, tapi akhirnya diterimanya di FK atmajaya. Itupun setelah aku perhitungan matang di saat2 yang tepat dia ujian supaya lolos, yaitu perkiraan waktu anak2 esema sedang akan ujian2 sekolah sehingga peserta ujiannya lebih sedikit. Alhamdulillah lolos. Sejujurnya aku curiga waktu SBMPTN itu dia terkendala kertas ujian yang disubmit secara ngasal oleh panitia ujian, karena serombongan di lokasi ujian itu nggak ada satupun yang lolos.

Lalu waktu kuliah awal2 juga struggling banget IPKnya, untung bisa terkejar angka 3 dan ketolong di tahun ke3 mulai covid sehingga harus kuliah online, ujian2 online yang sangat menolong. Skripsipun kupantau ketat dan kudampingi, Alhamdulillah lulus dapat A. Setelah itu terkendala ujian OSCE, padahal sudah lulus kuliah, akibatnya harus nunggu batch berikutnya sekitar 6 bulan untuk ujian OSCE baru kemudian bisa wisuda. Ujian osce ini pukulan berat yang pertama buatku tentang fikri. Untungnya pas koas bisa lancar jaya walaupun berat, IPK-nya mencapai 3.40. 

Setelah itu penempatan internship aku sesali banget di luar pantauan ternyata dia memilih pangkal pinang hanya dengan alasan sepele gak masuk akal, karena kuatir dapat kota kecil di jawa yang nggak ada gym-nya hadehh.. dan sesuai dugaanku, disana dia cinlok dengan warlok yang walopun sesama profesi tapi cewek ini 8 tahun lebih tua, benar2 sangat mengecewakan. Aku sampai shock banget. Ini jadi pukulan berat yang kedua buatku tentang fikri. 

Aku dan mr hubby berdoa keras dan berusaha menyadarkan fikri untuk realistis dengan perbedaan usia dan lokasi pulau, karena masa depan dia masih sangat panjang harus kerja 1-2 tahun dan sekolah spesialis yang perlu waktu 5 tahunan. Bayangkan jika kelar spesialis maka cewek itu sudah berusia 42 tahun haduhh apa kata dunia. 

Belum lagi ini kendala STR yang masih harus nunggu rada lama karena kendala surat STSI dari kadinkes pangkalpinang yang kelupaan dari pihak mereka. Hadehh.. padahal kemarin ini udah sempat ada kontak dari salah satu rumah sakit untuk proses interview, akibatnya tertunda menunggu STR.

Makanya aku benar2 selalu waspada entah apalagi kejutan pukulan selanjutnya tentang fikri. Sejujurnya anak ini memang perlu banyak yang harus diimprove khususnya dari sisi kematangan emosi yang suka meledak2 karena banyak memendam, teman2nyapun nggak sebanyak selma yang punya banyak gank dan memang kelihatan sih kalo selma ini teman yang enak diajak ngobrol dan mau mendengarkan.

Aku menyadari ke depan memang dia perlu pasangan yang lebih mature dan menenangkan, tapi please juga jangan setua 8 tahun lebih tua juga. Aku masih bisa menerima kalo 1-2 tahun lebih tua, tapi jangan lebih tua dari itu.

Saat ini cuma bisa berdoa semoga STR segera keluar sebelum akhir Juni ini dan dia bisa segera diterima bekerja di RS yang bagus di bagian UGD sesuai keinginannya karena perlu syarat UGD untuk keperluan studi PPDS penyakit dalam atau anastesi. 

Lalu selanjutnya semoga dia bisa didekatkan dengan jodoh seiman yang sekufu dari sisi usia setara, pendidikan, profesi, finansial, suku, latar belakang keluarga, sehingga dia bisa dengan ikhlas melepaskan yang usianya 8 tahun lebih tua itu. Aku berharap cewek yang 8 tahun lebih tua itu bisa segera mendapatkan jodoh yang lebih sesuai dengan kondisinya, usia sepantar dan satu pulau, sehingga bisa ikhlas melepaskan masa lalunya.

Tentang Fikri ini memang masih panjang perjuangannya, makanya kita berdua harus ketat mengawal dan mensupport. Semoga dimudahkan dan dilancarkan jalannya untuk bekerja dan lanjut PPDS serta didekatkan pada jodoh seiman yang seusia dan sekufu, aamiin YRA..



Sunday, 7 June 2026

mencoba menjalani

dan aku mencoba menjalani keriwehan ini. Acara financial festival Alhamdulillah berjalan dengan lancar kendati betul2 melelahkan jiwa dan raga. Dari hari rabu aku berangkat naik kereta sore ke jogja, lalu kamis cek venue, rapat koordinasi, temu media dan persiapan ini itu. jumat dan sabtu acara utamanya, yang ruamenya banget tapi juga bikin deg2an karena aku ada target jumlah peserta yaitu pelajar pemuda mahasiswa sejumlah 2000an orang. Kalo tanpa bantuan kakakku yang mantan sekda rasanya aku gak ada mampu memobilisasi orang sebanyak itu.

Hari pertama bahkan pak menkeu yang eks boss-ku itu hadir, tapi aku boro2 sempet menyapa, karena dia bisa hadir aja aku udah teramat sangat bersyukur. Hari pertama ditutup dengan musik dan rapat koordinasi sampai hampir jam 12 malam. Besoknya juga Alhamdulillah lancar, selesainya lebih cepat. Hari ketiga ada kegiatan lari marathon, basket dan hiburan. Alhamdulillah selesai lancar, lalu jam 12 buru2 balik ke hotel, mandi, packing dan langsung ke stasiun buat kereta balik Jakarta jam 14.45. jam 9 malem sampe di Jakarta, cuapeknya minta ampun.

Hari senin WFH dengan aneka rapat, lalu selasa di kantor penuh dengan rapat2, ada board seminar sampe malam. Fikri pulang for good dari internship dokter di pangkalpinang. Trus rabu idul adha lanjut ke mertua di utankayu. Hari kamis libur bersama tapi sayangnya kudu board seminar tentang suku bunga, sampe sore. Jumatnya ada totonoi dan yoga, lalu ngurus press release suku bunga, udah seharian aja sampe cape. Sabtu latihan bedhaya darma di rumah maminya mbak Ria, malemnya makan malem ultah mertua. Hari minggu latihan bedhaya lagi di kemang, sorenya coba treatment RF di citos. Hari senin libur bersama tapi diakhiri dengan rapat zoom evaluasi kegiatan jogja.

Fikri yang udah selesai internship dokter di pangkalpinang, hari jumat sd minggu kemarin pelatihan ACLS, trus minggu ini lanjut pelatihan ATLS, trus lanjut lagi nanti hiperkes. Abis itu baru ready untuk ikut seleksi dokter jaga atau dokter IGD di rumah sakit. Pikir2 jadi dokter prosesnya panjang bener ya.

Udah gitu aku juga masih kesel sama dia karena masih belum kelar sama pacarnya di pangkalpinang yang 8 tahun lebih tua itu. aku taunya karena di IG masih ada hiks. Semoga segera selesai hubungannya karena nggak pantas banget selisih 8 tahun lebih tua pihak perempuan, apalagi kerja dia lain pulau dan fikri masih harus kerja dan lanjut studi spesialis perlu 5-7tahun lagi. Realistis ajalah.

Baru mau napas bentar eh ada orderan kegiatan festival dari semula makassar dipindahin ke lampung. Pusing juga ini karena menyangkut anggaran. Mudah2an lancar aja semua.

Sekarang ini lagi harap2 cemas menunggu Fikri sedang apply jadi dokter UGD atau dokter umum ke rumah sakit, mudah2an aja segera diterima. Sejujurnya pengen segera beres diterima bekerja karena kondisi negara lagi mengkhawatirkan begini, supaya lega sudah ada pekerjaan. Aamiin YRA…