Monday, 14 September 2026

hectic times & force majeur

Akhirnya beres juga tampil di festival bedhayan untuk tari bedhayan darma. Di sela2 kesibukan kerja yang membagongkan ini, mensiasati aneka latihan, trial gamelan dan gladi resik serta tampil tanpa mengganggu absensi di kantor. Sebetulnya menarinya ya biasa aja, tapi di usia 51 menuju 52 itu untuk urusan bangun dari jengkeng itu benar2 pe-er. Salut banget aku sama mbak2 yang usianya di atasku tapi masih kuat bangun dengan enteng. Apalagi mbak Ai yang usianya udah 68 itu, benar2 luar biasa. Semoga aja di usia itu aku masih segar dan kuat yaa..

Kelar pentas di minggu depannya aku tugas ke lampung, ngumpulin perwakilan esema dan ketemu dengan PIC kampus buat persiapan kepesertaan acara kantor di awal September. Akhir minggu ini rencana workshop bedhaya duradasih full day 2 hari, tapi kayaknya hari ke2 aku madol aja karena mau latihan persiapan acara di Bali.

Kegiatan2 ini lumayan mengalihkan pikiranku pada urusan kerjaan yang sesungguhnya bukan passionku. Aku juga lagi menimbang2 apakah aku cuti di luar tanggungan aja 2 tahun ke depan, trus masuk lagi setahun dan setelah itu MPP di usia 55. Di posisi kerjaan saat ini rasanya ngeri2 sedap karena request dari big boss yang nyerempet2 urusan finansial.

Dan akhirnya festival keuangan di lampung berjalan juga. Didahului dengan kegiatan mengajar di sekolah dan kampus2. Stress banget ngurusinnya printilan banyak dan karena karena kondisi kota yang nggak besar jadinya pembicara pada turun ke level berikutnya, trus urusan mobilisasi pelajar dan mahasiswa yang pe-er banget karena pihak penyelenggara yang nggak ready padahal udah dibayar logistiknya. 

Big boss marah besar dengan kondisi pembagian logistik yang nggak ready dari pihak penyelenggara dan segala macem lainnya termasuk mendadak gunung anak Krakatau meletus sehingga sore di hari pertama ini abu vulkanis menyerbu, bandara di Jakarta maupun lampung tutup beberapa hari. Alhasil artis2 batal tampil besok karena nggak bisa berangkat dari bandara. Dahlah puyeng banget karena harus mondar-mandir plus stress ngurusi logistik yang datangnya seiprit2. Bayangin para pelajar dan mahasiswa nunggu lunchbox sampe sore karena dicicil pasti komplain berat. Entah berapa aku mesti nalangin biaya pembelian makanan pengganti, snack dll untuk kompensasi, dahlah yang penting semuanya berjalan.

Malam hari setelah penyelenggaraan hari pertama udah rapat urgent yang kupikir tadinya bos mau marah besar karena kejadian logistik. Tapi ternyata rapat untuk bikin aneka skenario karena abu gunung meletus termasuk batal total. Lelah dan lemes banget rasanya hiks. Tapi untungnya masyarakatnya kebal barangkali sudah terbiasa urusan krakatau, jadi tetap mau lanjut mobilisasinya. Aku udah pasrah banget tapi Alhamdulillah hari kedua udah lebih rapi penyelenggaraannya. Semua logistik disiapkan pihak penyelenggara lebih pagi dan harus ada di lantai basement sehingga nggak terlihat distribusi yang riweh, trus nggak boleh ada kegiatan di luar lobi karena abu vulkanik yang tebal. Anyway yang penting udah berjalan kendati banyak kendala ini itu. 

Pulangnya juga pe-er tersendiri karena bandara masih tutup, jadi bismillah kita jalan darat aja dari hotel ke bakauheni nyeberang ferry ke merak lanjut ke kantor. Alhamdulillah lancar selamat sampai rumah walaupun kondisi fisik dan mental remuk bangett..

Udah gitu begitu sampe besoknya langsung marathon rapat pimpinan, capeee banget rasanya. Pas wkend udah dicoba pijet dll rasanya capek nggak ilang2. Trus lanjut aneka rapat dengan audit, konsinyering pembahasan KIP dll. Trus ini mau lanjut kegiatan festival seni di bali tapi kali ini urusan ekskul pribadi sih. Cuma ya gitu kurang menyenangkan karena tiba2 kudu ada tarian tambahan yang belum hapal dan merasa dikorbankan karena dadakan.

Belum lagi urusan anak2 yang belum jelas. Fikri nggak betah di RS pelni karena jam kerjanya nggak kira2 nggak ada istirahat dan panjang banget tiap hari pulang jam 10-11 malam dan jam jaga malam juga lebih dari 12 jam. Ini lagi dicoba titip ke RS veteran bintaro moga2 ada jalan. Nyebelinnya juga karena dia masih juga belum putus dari cewenya yang di pulau Bangka itu yang 8 tahun lebih tua. Trus selma juga yang tadinya mau disambi S2 sembari kerja jadi jadi gak jelas karena pengen keluar negeri, trus cowonya juga masih belum mantap dengan pekerjaannya.

Yah begitulah dijalani aja. Aku sendiri rasanya makin mantap kalo 55 mau MPP aja, mau istirahat aja dan menikmati hidup karena udah capek banget urusan kerjaan. 

Btw belum kelar capek, kemarin itu rapat pimpinan bahas 6 agenda mulai jam 9 sampai jam 7 malem.. cape poll. Di ujungnya mendadak berita di media bahwa ex boss yang jadi menkeu mendadak dicopot. Yeah udah kuduga sih. Ya walopun dulu di kantorku masih relatif baik karena kan kantor gak gede, tapi doi memang leadership stylenya gak bagus, management by conflict, curigaan dan tipis kuping, banyak mencopot2 orang walopun belum tentu salah, nggak mingle dengan internal jadi kayak bikin boundaries orang2 dia sendiri, omongannya gede, gak rukun sama banyak pihak karena merasa paling pintar di seluruh dunia, trus pake bekingan opung melulu. Rasanya gaya itu dipake juga sih di tempat baru itu. Ketambahan lagi ketidakmampuan kerjasama dengan aneka pihak dan merasa paling pinter di seluruh dunia itu menjadi hal yang krusial di posisi menteri, belum lagi blunder omongan alias asal ngomong itu bahaya banget kalo jadi menteri. 

Aku lagi berpikir salah satunya karena dzolim main copot orang yang nggak bersalah itu bisa jadi dikabulkan salah satu doanya,  belum lagi pakai segala cara di tempatku termasuk pembiayaan acara2 untuk menjual nama ybs agar terlihat di mata bos2 negeri ini, dan terbukti terbeli bisa jadi menteri. Tapi memang kalo nggak bener prosesnya ditambah nggak bisa menunjukkan kemampuan pastilah akan kena cepat atau lambat.

Yah begitulah dunia ini. 

Dalam benakku nggak pernah tebersit bakal menyaksikan di depan mata hal2 yang membagongkan di dunia perpolitikan ini. Bentar lagi 52 tahun dan rasanya 55 memang MPP ajalah. Pikir2 buat apa sedemikian lelah fisik dan mental kalo nggak menikmati. Pengen jalan2 berdua mr.hubby menikmati hidup dan melakukan hal2 menyenangkan dan menyehatkan, beribadah dan beramal juga setelah pensiun. Insya Allah adalah rejeki dari hasil kerja yang ditabung dan diinvestasikan baik dalam bentuk SBN maupun kost2an. Nggak banyak tapi insya Allah cukuplah untuk masa pensiun.

Semoga semua berjalan dengan lancar dan diberikan kesehatan lahir batin.. Aamiin YRA..




Monday, 3 August 2026

draining monday

Ya Allah.. senin ini draining banget hiks..

Pagi2 mati lampu mulai jam 4 pagi, rasanya sesak napas karena gelap bangett.

Sampe kantor lanjut 3 agenda board seminar yang panjang membosankan dan membagongkan.

Lanjut coaching ke staf yang mau asesmen.

Lanjut prescon KSSK yang riweh tapi gajelas. Segala pertanyaan dikurasi sehingga nggak mengena ke pertanyaan2 kritis yang lagi ditunggu2 jawabannya.

Lelah banget. Mana pulangnya kepentok kursi depan mobil kena hidung dan dengkul. Mudah2an nggak kenapa2.

Begitulah. Capekkk T__T