Entah kenapa jalannya Fikri ini nggak selalu mulus. Mulai dari lulus esempe labsky harusnya dia bisa lanjut ke sma labsky tapi ternyata nilainya belum cukup untuk jalur internal. Lalu dia pilih SMA negeri 47 walaupun udah kuingatkan lebih baik ambil Al Azhar pusat, toh udah lulus dan kubayar juga uang pangkalnya. Tapi anaknya kekeuh ke negeri. Dan ternyata memang betul dia jadi rada gegar budaya di sma negeri jadi dijauhi teman2nya karena terlalu lurus di sekolah karena selama ini di labsky. Terlalu lurusnya ini bikin temen2nya kesel, misal nggak mau nyontek, nggak mau bolos dll.
Trus lulus kuliah berharap banget bisa masuk FK negeri, tapi akhirnya diterimanya di FK atmajaya. Itupun setelah aku perhitungan matang di saat2 yang tepat dia ujian supaya lolos, yaitu perkiraan waktu anak2 esema sedang akan ujian2 sekolah sehingga peserta ujiannya lebih sedikit. Alhamdulillah lolos. Sejujurnya aku curiga waktu SBMPTN itu dia terkendala kertas ujian yang disubmit secara ngasal oleh panitia ujian, karena serombongan di lokasi ujian itu nggak ada satupun yang lolos.
Lalu waktu kuliah awal2 juga struggling banget IPKnya, untung bisa terkejar angka 3 dan ketolong di tahun ke3 mulai covid sehingga harus kuliah online, ujian2 online yang sangat menolong. Skripsipun kupantau ketat dan kudampingi, Alhamdulillah lulus dapat A. Setelah itu terkendala ujian OSCE, padahal sudah lulus kuliah, akibatnya harus nunggu batch berikutnya sekitar 6 bulan untuk ujian OSCE baru kemudian bisa wisuda. Ujian osce ini pukulan berat yang pertama buatku tentang fikri. Untungnya pas koas bisa lancar jaya walaupun berat, IPK-nya mencapai 3.40.
Setelah itu penempatan internship aku sesali banget di luar pantauan ternyata dia memilih pangkal pinang hanya dengan alasan sepele gak masuk akal, karena kuatir dapat kota kecil di jawa yang nggak ada gym-nya hadehh.. dan sesuai dugaanku, disana dia cinlok dengan warlok yang walopun sesama profesi tapi cewek ini 8 tahun lebih tua, benar2 sangat mengecewakan. Aku sampai shock banget. Ini jadi pukulan berat yang kedua buatku tentang fikri.
Aku dan mr hubby berdoa keras dan berusaha menyadarkan fikri untuk realistis dengan perbedaan usia dan lokasi pulau, karena masa depan dia masih sangat panjang harus kerja 1-2 tahun dan sekolah spesialis yang perlu waktu 5 tahunan. Bayangkan jika kelar spesialis maka cewek itu sudah berusia 42 tahun haduhh apa kata dunia.
Belum lagi ini kendala STR yang masih harus nunggu rada lama karena kendala surat STSI dari kadinkes pangkalpinang yang kelupaan dari pihak mereka. Hadehh.. padahal kemarin ini udah sempat ada kontak dari salah satu rumah sakit untuk proses interview, akibatnya tertunda menunggu STR.
Makanya aku benar2 selalu waspada entah apalagi kejutan pukulan selanjutnya tentang fikri. Sejujurnya anak ini memang perlu banyak yang harus diimprove khususnya dari sisi kematangan emosi yang suka meledak2 karena banyak memendam, teman2nyapun nggak sebanyak selma yang punya banyak gank dan memang kelihatan sih kalo selma ini teman yang enak diajak ngobrol dan mau mendengarkan.
Aku menyadari ke depan memang dia perlu pasangan yang lebih mature dan menenangkan, tapi please juga jangan setua 8 tahun lebih tua juga. Aku masih bisa menerima kalo 1-2 tahun lebih tua, tapi jangan lebih tua dari itu.
Saat ini cuma bisa berdoa semoga STR segera keluar sebelum akhir Juni ini dan dia bisa segera diterima bekerja di RS yang bagus di bagian UGD sesuai keinginannya karena perlu syarat UGD untuk keperluan studi PPDS penyakit dalam atau anastesi.
Lalu selanjutnya semoga dia bisa didekatkan dengan jodoh seiman yang sekufu dari sisi usia setara, pendidikan, profesi, finansial, suku, latar belakang keluarga, sehingga dia bisa dengan ikhlas melepaskan yang usianya 8 tahun lebih tua itu. Aku berharap cewek yang 8 tahun lebih tua itu bisa segera mendapatkan jodoh yang lebih sesuai dengan kondisinya, usia sepantar dan satu pulau, sehingga bisa ikhlas melepaskan masa lalunya.
Tentang Fikri ini memang masih panjang perjuangannya, makanya kita berdua harus ketat mengawal dan mensupport. Semoga dimudahkan dan dilancarkan jalannya untuk bekerja dan lanjut PPDS serta didekatkan pada jodoh seiman yang seusia dan sekufu, aamiin YRA..
No comments:
Post a Comment