Tuesday, 10 March 2026

cuma bisa berharap terbaik

Kondisi benar2 lagi menggantung.

Selma yang semula diperkirakan diangkat setelah 1 tahun kontrak ternyata masih belum bisa diangkat, karena infonya harus 2 tahun masa kontrak dan ketentuannya sedang diamandemen untuk bisa dipercepat pengangkatannya. Aneh juga sedangkan tahun lalu ada yang diangkat padahal 1 tahun masa kontrak, berarti emang bokis aja akal2an. Aku sih gak yakin bisa tepat janji, apalagi nanti mr hubby beneran pensiun pastinya makin gak jelas gak bisa dipush. Sejujurnya aku resah karena menyangkut timeline ke depan, dimana kita berharapnya kalo udah diangkat bisa lebih leluasa untuk menikah dan punya anak karena jam biologis sel telur selma yang terbatas. Tapi sekali lagi, cuma bisa berharap terbaik. Padahal selma itu potensial banget dalam bekerja, rajin dan cerdas.

Lalu mr hubby yang jadwalnya pensiun per 1 juli besok ini, tiba2 ada angin segar konon perpanjangan jadi 58 tahun pensiunnya. Tapi juga nggak berharap karena nggak tau apakah ikut terangkut atau enggak. Sekali lagi cuma bisa berharap terbaik. 

Lalu fikri yang akan selesai intership dokter dan kembali ke Jakarta. Tentu harus segera cari tempat praktek di RS, yang pengennya di RSPP atau di RS yang bagus seperti Silom atau Mayapada, sebelum nanti 1-2 tahun lagi berjuang masuk spesialis. Kalo mr hubby masih aktif tentunya kans lebih besar untuk dapat RS yang bagus. Sekali lagi cuma bisa berharap terbaik.

Selain itu urusan fikri juga masih gak menentu terkait gimana cara putus dan move on dari pacarnya yang 8 tahun lebih tua itu hiks. Belum lagi pacar selma juga kurang sreg di pekerjaannya tapi masih terikat kontrak setahun, jadi masih lama lagi kapan stabilnya.

Apalagi dalam kondisi serba nggak pasti seperti sekarang ini, karena tiba2 perang Iran vs Amrik Israel, entah karena pengalihan isu epstein files atau karena persaingan dagang dengan cina, menjadikan nggak tau dunia ke depan bakal seperti apa.

Aku sendiri lagi berkutat dengan konfisi fisik yang kurang prima karena lutut dan punggung yang sakit, serta menjelang menopause yang bikin bodi dan mind gak enak banget. Udah beberapa fisioterapi tapi progresnya nggak signifikan. Kayaknya ke depan memang harus ke dokter ortho, tapi apa iya aku sejompo itu hiks..

Lalu rumah di golo udah setahun diiklankan dan titip ke broker tapi gak juga sold out, padahal kondisinya bagus terawat walopun jalan masuknya sempit. Gak tau mesti gimana lagi, sedangkan biaya operasionalnya nggak nutup dengan hasil dari homestay malah yang ada nombok mulu, belum lagi biaya perbaikan.

Dari banyak hal yang serba menggantung ini, udah nggak tau lagi mau berharap apa. Semoga aja ada keajaiban kebaikan2 di tengah harapan2 ini.. aamiin YRA



Wednesday, 25 February 2026

urusan punggung dan lutut

 Setelah hiking di tahura lembang dua minggu lalu, lalu dihantam dengan urusan fikri, akupun tepar karena sakit. Lututku yang bermasalah gara-gara naik gunung ijen tanpa persiapan dan hanya pakai sepatu sandal, trus menari yang harus sering mendhak, trus kemarin naik di tahura itu, jadilah lututku nyeri dan kaku terutama yang kiri. Entah ini osteoarthritis atau yang lainnya. Sejujurnya sendiku akhir2 ini memang suka kaku, seperti jari tangan kiri. Curiganya entah karena jelang menopause karena mens-ku udah mulai jarang, atau jangan2 aku ini ada autoimun, karena bapakku dulu ada rematik dan psoriasis. Tapi aku dulu pernah cek baik2 aja.

Lalu sakit punggung bawah. Ini juga termasuk kalo bangun tidur selalu sakit punggungnya, selain pada waktu duduk kerja. Terkadang tidur miring kiri kanan juga lama2 lengan sakit. Pokoknya semua serba salah.

Sakit punggung bawahku itu juga beberapa tahun lalu muncul, sekitar tahun 2019 pernah fisioterapi lalu sembuh. Abis itu pasca covid sekitar 2023 muncul lagi, lalu fisioterapi beberapa kali dan sembuh. Nah di 2026 ini muncul, kayaknya sih karena kebanyakan duduk karena banyak rapat dan konsinyering. Kemarin ini coba fisioterapi, masih harus beberapa sesi moga2 sembuh.

Sedangkan lutut ini aku kuatir OA atau mungkin pengeroposan, mau cek dokter tapi takut hasilnya. Rencana juga mau fisioterapi dulu, sama mau coba terapi jalan di air abis lebaran. 

Sejujurnya setelah masuk 51 tahun ini terasa banget fisik mulai bermasalah, yah namanya juga masa pakai. Harusnya mulai latihan beban, ini lagi cari tempat yang khusus perempuan moga2 ada yang dekat, cocok dan biayanya sesuai. Kemarin sempat ikut pilates tapi waktunya susah karena cuma bisa malam pulang kantor sedangkan lagi banyak pulang malam karena lembur. Aku juga mulai kuatir dengan kegiatan menari jawa ini karena banyak tumpuan beban ke lutut. Jangan2 itu juga yang memperburuk hiks.. tapi menari itu buatku semacam refreshing yang menenangkan.

Semoga aja bisa sembuh pulih seperti sediakala, mengingat kesehatan itu sangat berharga dan aku ingin tetap sehat dan aktif di usia tua. Aamiin YRA..



Tuesday, 24 February 2026

hampir kecolongan

Nggak nyangka aku akhirnya menyambut puasa dengan bertengkar besar dengan fikri. Padahal tadinya aku hepi banget karena dia ijin pulang seminggu ke Jakarta dari intershipnya di RS di pangkalpinang. Gimana nggak, tiba2 dia cerita udah 2 bulan jadian dengan cewek setempat, tapi selisih usianya 8-9 tahun lebih tua. Ya Allah aku shock banget, nangis, marah dan nggak tau lagi menggambarkan gimana perasaanku.

Aku selalu wanti2 perihal jodoh ke fikri, dan kenapa harus kecolongan urusan pacar seperti ini. Aku benar2 nggak setuju dan nggak habis pikir gimana dia bisa kecantol dengan perempuan yang jauh lebih tua. Ini bukan perihal maxim dan luna karena mereka ini bule. Tapi fikri itu nggak kurang2nya dari sisi fisik maupun finansialnya, dokter pula. Kecuali kalo mokondo belia trus kecantol wanita 9 tahun lebih tua yang kaya raya misalnya. 

Dari sisi suku sejujurnya kita juga prefer sesama orang jawa aja biar lebih mudah adaptasi kedua belah pihak dan meminimalisir drama. Tapi urusan suku ini menurutku masih bisa dibicarakanlah asal latar belakang keluarganya baik. Hanya saja perbedaan usia yang ekstrem ini bener2 membuatku stress. Menurutku jika cewek ini orang jawa, pastilah mikir seribu kali jadian sama cowok yang 9 tahun lebih muda karena berbagai pertimbangan. Mr hubby juga nggak setuju tapi dia tipenya yang nggak mau frontal.

Sepanjang malam aku nangis sesenggukan, lalu akhirnya bertiga suami dan fikri juga nangis bareng karena sama2 nggak terima. Tadinya aku masih berpikir untuk pelan2 karena bulan mei akhir fikri selesai internship akan balik ke Jakarta dan lambat laun akan menjauh, karena dari awal dia memang ingin kerja dulu trus berusaha keras untuk lanjut ambil spesialis. 

Tapi kupikir2 lagi ini nggak boleh ditunda2 karena bisa bikin aku sakit dan drop karena kepikiran terus-menerus, aku akan memendam dan bisa berdampak buruk pada badan dan mentalku. Mumpung baru 2 bulan jadi belum banyak kenangannya, belum banyak nggak enaknya. Aku dulu putus setelah 4 tahun pacaran tuh rasanya nano nano banget saking banyaknya kenangan.

Akhirnya aku ultimatum fikri harus sesegera mungkin putus, karena dia juga masih belum bisa menghidupi diri sendiri, dimana nanti sekolah spesialis yang 5-7 tahun itu juga kita yang akan membiayai, apalagi mr hubby bulan juni besok pensiun, sehingga aku yang harus jadi tulang punggung sampai aku pensiun 4,5 tahun lagi.

Setelah bertangis2an bertiga karena sama2 frustrasi dan nggak terima kondisi, akhirnya sabtu pagi itu aku kabur dulu naik grab menenangkan diri. Sejak jumat malam penuh tangisan itu akhirnya karena kecapekan nangis aku bablas nggak bangun sahur. Aku pesan penginapan kecil di daerah gandaria untuk menepi. Kejadian yang sama dengan dulu waktu mr hubby bikin gara2 di tahun 2018, tapi waktu itu aku kabur ke penginapan di blok M. Tapi karena kali ini mr hubby tidak bersalah, aku masih kasih kabar waktu dia wa. Aku bilang jalan dulu trus lanjut latihan nari, sore jam 4 aku pulang. Abis itu kumatiin hp.

Padahal sabtu sore ini fikri terbang balik ke Bangka, tapi aku bener2 marah dan nggak mau liat dia. Di penginapan aku istirahat sebentar, lalu jam 10 aku ke salon buat cuci blow, trus ke cipete buat latihan menari. Tiba2 selma muncul disana karena disuruh bapaknya cek beneran nggak aku ada. Aku latihan sampe jam 2 trus ke gandaria city buat refleksi kaki. 

Sore itu fikri wa bilang pamit dan minta maaf sudah bikin ortu sedih, dan janji akan fokus nanti bekerja di Jakarta dan menyiapkan diri untuk ujian spesialis. Tapi aku masih belum plong karena nggak ada indikasi gimana kelanjutan hubungannya. Akhirnya aku balas wa bahwa sampai kapanpun nggak setuju pilihannya, harus segera mutusin. Jika nggak juga putusin maka aku yang pergi dari rumah dan jangan cari ibunya lagi. Aku nangis lagi karena frustrasi. 

Aku juga realisitis mikirin ceweknya, di usia 35 tahun ini sebagai cewek justru jangan buang2 waktu ngejabanin cowok usia 26 tahun yang masih harus selesaikan internship, harus lanjut kerja dulu 1-2 tahun, masih harus spesialis 5-7 tahun. Bayangin kalo lanjut, di usia 42-44 tahun dia baru married di saat yang cowok selesai spesialis. Sedangkan staf di kantor aja sampe putus, namanya putri usia 27 tahun disuruh nunggu cowoknya yang dokter baru kelar internship, masih mau kerja dan masih harus spesialis 5-7 tahun dan nggak guaranteed bakal dinikahi juga. Apalagi ini kalo ceweknya udah 35 tahun hadehh..

Akhirnya sabtu sore itu aku pulang dijemput mr hubby di gandaria city. Aku tanya mr hubby katanya tadi udah bicara banyak dan akan usahakan secepatnya menyelesaikan. Aku benar2 berharap segera normal, bagaimanapun ortu ingin yang terbaik untuk anaknya. 

Kriteria kita juga nggak muluk2, pastinya agama harus sama, perbedaan usia 1-2 tahun lebih muda/tua atau sepantaran, pendidikan S1 dan harus bekerja, syukur2 sesama dokter supaya bisa saling support dan mengerti kesibukan masing2, suku jawa atau sekitarnya, latar belakang keluarga kecil harmonis, sekufu dari sisi pendidikan, finansial, cara pandang, syukur2 ortunya dokter yang memahami kesibukan anak2nya. 

Kita bukan dokter tapi kita berdua lulusan UI dan UGM di S1 lanjut S2, suami istri bekerja dengan jenjang manajerial yang cukup baik, sangat concern dengan pendidikan anak2 kita, finansial alhamdulillah juga cukup, insya Allah anak2 sudah kita siapkan rumah dan kendaraan untuk modal hidup sebagaimana dulu ayahku memodaliku rumah, dan insya Allah kita juga sudah siapkan bekal masa tua kita supaya tidak merepotkan anak2. 

Karena itu kami pengen memastikan anak2 mendapatkan jodoh yang sekufu dan supportif terhadap karir masing2. Kita pengennya jodoh anak2 baik cowok maupun cewek harus berpendidikan baik dan bekerja, supaya selaras dan berkembang bersama nantinya ke depan. Penting juga usia jaraknya jangan kejauhan tuanya, apalagi kalo pihak perempuan yang jauh lebih tua.

Sejak saat kemarin aku harus benar2 mengawal dan memastikan bahwa fikri harus kerja dulu trus melanjutkan spesialis sampai lulus, dan jodohnya sepadan dengan dia. Kalo selma pacarnya kelihatannya cukup sepadan dan insya Allah dalam 1-2 tahun ke depan sudah ada kejelasan untuk menikah. Selma ini cowoknya sahabatnya jaman kuliah jadi sepantaran, sama2 bekerja dan ada sampingan studio arsitek bareng, lalu ortunya juga keluarga baik2, orang jawa yang ada campuran makassar dari pihak ibu, ayahnya pensiunan perusahaan asuransi yang kemudian mengurus bisnis kos2an dan ibunya auditor.

Ternyata menjadi ortu itu berat, dari mengandung, membesarkan, hingga mengantarkan mereka pada pendidikan, pekerjaan dan pernikahan yang aman. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran anak2 kita untuk masa depannya. Aamiin YRA..


kerandoman jan-feb

 Akhirnya kelar juga yang urusan organisasi biarpun capek banget ngerjainnya sepanjang januari kemarin. Kelar organisasi lalu disusul kpi institusi, sempat rada drama tapi Alhamdulillah kelar. Disusul lagi laporan kinerja triwulanan, laporan evaluasi kebijakan dan persiapan laporan tahunan. Trus mulai urusan penyusunan renstra. 

Waktu lagi beresin review urjab itu aku sempet sakit perut hebat, melilit banget entah kenapa. Dugaanku karena makan sayuran mungkin gak bersih, trus ketambahan minum jus dari rapat. Seumur2 ini sakitnya melilit bangett udah hampir pingsan rasanya. Udah siap berangkat kerja akhirnya nyerah ke toilet, abis itu terkapar di depan tivi karena sakit nggak reda2.

Sambil menahan sakit melilit, aku kontak fikri minta diresepin obat apapun. Tapi berhubung dia lagi off dari RSUD maka bisanya kasih buscopan sama lansoprazole. Untung banget dita ponakan yang tinggal sama aku tuh belum berangkat kerja, jadi dia naik motor ke apotik beli yang diresepin fikri, trus beliin bubur juga. Aku kontak klinik minta infus gastro datang ke rumah.

Setelah minum obat akhirnya mereda. Beneran gak kuat rasanya sakitnya. Tapi Alhamdulillah akhirnya reda juga, sampe lemes.

Minggu lalu hari jumat pulang cepet karena mumpung libur long wkend kita pergi ke bandung berdua naik whoosh, nginep di Belviu sebelah rumah mode. Paginya kita jalan pagi di tahura, nggak expect sejauh itu jalan kaki sampe 16 ribu langkah dengan kondisi menanjak, kakiku sakiit banget. Pulangnya udah jam 1 siang kita makan siang di yamcha, trus pulang mandi2 istirahat, habis itu ke rumah mode liat2, trus istirahat. Besok paginya udah pulang aja naik whoosh lagi.

Hari senin sore jemput fikri pulang dari Bangka mumpung dapet jatah off dari dinas. Hari selasa siang makan2 dengan keluarga mertua dan kakak ipar yang bawa cucunya lucu banget gemesin kayak selma waktu bayi. Sejujurnya kecewa juga aku, karena selma tanya mau datang sambil mengenalkan ganes, tapi ternyata ganes nggak jadi datang dengan berbagai alasan.

Begitulah, kadang aku merasa kayaknya memang mereka ini nggak berjodoh karena tiap kali mau ketemu ada aja nggak jadinya. Dulu waktu lebaran di jogja juga ganes nggak ketemu kita padahal ketemuan sama selma. Sebetulnya gapapa juga nggak berjodoh, tapi tolong deh kasih kepastian aja buat putus, daripada nggak jelas gini.

Mengenai ortunya yang aku juga udah kenal, menurutku juga gak masalah, gada ruginya nambah kenalan orang baik. Sama kayak fikri nggak lanjut dengan manda juga aku masih berkomunikasi baik dengan mamanya. Semakin cepat kejelasan lanjut enggak semakin baik, biar segera move on aja.

Lalu ternyata aku masih lanjut urusan perut yang nggak beres. Sempet melilit lagi sepulang dari bandung sore itu, lalu besoknya juga mulai mual dan banyak gas. Sempet ke halodoc dan dikasih obat. Selain itu aku juga merasa makin sering sakit punggung waktu bangun tidur. Padahal tidur ya biasa2 aja. Pas mau tidur juga maunya dielus2 or dipijit pelan sama mr hubby. Untung aja mau.

Mudah2an aja puasa mulai kamis besok ini udah membaik dan bisa berpuasa dengan tenang. Aamiin YRA..



Wednesday, 28 January 2026

gempuran di awal 2026

Seperti yang sudah kubayangkan, awal 2026 udah digempur habis-habisan urusan kerjaan. Pastinya waktu cuti pergi ke eropa timur kemarin itu rasanya udah nggak asyik banget, karena tiba-tiba tanggal 30 dan 31 desember harus rakor dan rapim. Gila emang itu big boss, heran deh bikin2 rapat di saat akhir tahun mestinya orang2 pada napas cuti tahunan. Jadinya liburan berasa resah karena kepikiran.

Begitu masuk udah harus marathon rapat-rapat perubahan organisasi yang mendadak dipaksa harus dipercepat padahal belum dikonsultasikan ke parlemen. Selalu aja ujung2nya gak tuntas karena terburu-buru dan gak mau nerima pendapat pihak lain hadehh..

Udah gitu mendadak ada training sertifikasi yang menurutku gak penting samsek, nambah2in kerjaan dan tugas aja. Semuanya paralel dan marathon sekaligus penyelesaian kpi insitusi. Rapat pengambilan keputusanpun dipercepat dan yah gitu deh. Tiap hari pulang jam 12 malem karena harus rapat dan penyelesaian aneka materi, baik yang organisasi maupun kpi. Sabtu minggupun terpaksa harus zoom sana sini. Sampe yang aku lagi latihan naripun di hari minggu siang bolong terpaksa harus cabut di tengah latihan karena rapat zoomnya dipercepat dari tadinya diatur malem.

Udah gitu pas rapat dewan pimpinan itu ada aja kompor meleduknya, dan selalu dari bos yang itu-itu aja. Benar2 menyebalkan. Itu orang kan sebetulnya udah pensiun, tapi trus tiba2 apply calon dewan pimpinan dan ndilalahnya terpilih. Udah gitu anggota yang lain juga ada yang complicated banget orangnya. Jadi lengkaplah sudah kombinasi kali ini, beserta ketuanya yang antik banget. Belum lagi urusan auditor internal yang menyebalkan itu.

Baru minggu ke3 januari rasanya udah dongkol banget karena dibombardir kerjaan, belum lagi percepatan penerapan organisasi dan ini timku ada yang cuti seminggu di minggu depan, padahal itu tanggung jawab dia. Gak enak juga menghalangi cuti karena dia ke jepang bareng anak istri, pastinya susah diatur ulang. 

Pikir2 sebetulnya aku bisa aja colongan usaha pindah ke bagian lain mumpung lagi reorganisasi gini. Tapi gak taulah, tahun ini ada semacam kewajiban moral beresin penyusunan rencana strategis lima tahunan beserta cascadingnya. Tanggung juga, mungkin abis itu aja pindahnya.

Duh moga2 diberi kewarasan lahir batin dan kemudahan dalam menghadapi tahun 2026 ini baik urusan kantor maupun keluarga. Aamiin YRA…



menari di 2025

Nggak nyangka jadwal perform sepanjang 2025 itu udah kayak orang bener hihi.. gimana enggak, lumayan juga kegiatan tari-menari di 2025 itu:

-29 April 2025 pentas di world dance day di solo tari srimpi manggalaretna

-18 Agustus 2025 pentas di festival bedhayan di GKJ tari bedhaya mijil

-25 September 2025 ikut nusantara international folklore festival di bali

-3 Desember 2025 ikut hadiprana nusantara performance for charity 

-13 Desember 2025 ikut nirantara workshop tari anglir mendhung

Nggak tau deh 2026 ini nanti gimana urusan tari menari. Kayaknya karena support untuk wdd di solo berkurang sehingga temen2 beralih ke festival bedhayan, maka udah pasti wdd gak ikut dan festival bedhayan aku mau ikut yang gaya jogja aja. Ini juga karena pertimbangan kerjaan kantor lagi seabrek urusan penyusunan renstra, kpi organisasi dan aneka laporan kinerja.

Jadi yah kemungkinan cuma mau ikut festival bedhayan dan festival folklore di bali, sama mungkin workshop lanjutan anglir mendhung kalo memang sanggup menghafal yang bagian awal.

Well.. lets see aja yaa..



cerita jalan ke eropa timur

Akhirnya jadi juga jalan ke eropa timur. Padahal posisinya visa udah hampir gak dapet, karena keluarnya senin padahal berangkatnya jumat. Alhasil packing juga buru2 karena tadinya udah semangat trus drop karena visa gak keluar2. Udah gitu tiba2 keluar jadwal rakor dan rapim di tanggal 29,30,31 desember.. bener2 zonk dan bikin bad mood big boss yang baru itu. tapi Alhamdulillah bossku dan timku baik dan mau cover, kendati feeling guilty banget.

Lanjut lagi ceritanya, jadi kita pake tur karena kalo winter di eropa timur itu nggak sanggup kalo harus naik turun kereta antar kota atau antar negara. Ini baru sekali2nya kita pake tur sejak berangkat, padahal biasanya ya jalan sendiri. Selama ini paling2 kita pake tur lokal aja harian kalo memang diperlukan.

Ternyata melelahkan juga ikut whole tour gini, karena ada pe-er aspek sosial yang diperhatikan juga. Ya enaknya karena tour guidenya sangat perhatian dan ngurusin banget, kadang jadi risih juga karena biasanya apa2 mandiri. Nah aspek sosialnya itu karena dalam rombongan tour ada orang2 lain selama 11 hari jalan, jadi kita nggak bisa cuek bebek mulai dari basa basi, makan, bebajuan, sampai kudu ikut sesi belenjong padahal kita gada rencana dan selama ini juga nggak belanja2 kalo pas traveling.

Rute kita itu dimulai dari naik Etihad dari soetta ke abu dhabi. Lalu lanjut perjalanan ke Munich Jerman. Kita ngumpul dulu di salah satu tempat makan di soetta, koper2 dikumpulkan, kenalan dan briefing dulu. Jadi dalam rombongan ini ada 3 pasangan suami-istri, 2 pasang keluarga dengan 2 anak masing-masing, nenek kakek dan ibu anak, di luar tour leader.

Di bandara munich yang kecil itu kita lanjut transfer ke bus yang akan dipake selama 11 hari itu. di munich jalan2 dulu ke BMW museum dan Allianz arena. Nginep semalam trus lanjut ke Innsburck, semacam pedesaan. Lanjut ke Salzburg tempat lahirnya Mozart, lanjut Hallstaat kayak pedesaan tempat wisata gitu, trus ke Cesky Krumlov di Ceko dan lanjut ke Praha ibukota Ceko, lanjut ke Vienna ibukota Austria. Setelah itu ke Bratislava ibukota Slovkia, abis itu ke Pandorf, lanjut ke Budapest ibukota Hongaria, trus balik ke Vienna. Abis itu balik ke Jakarta lewat Abu Dhabi.

Sejujurnya karena dari satu kota dan negara ke negara lain dan tidak diurus sendiri alhasil jadi kurang hikmat, udah gitu musim dingin pula jadi nambahin pe-er.

Beberapa yang masih teringat:

-Munich gada yang istimewa, seperti kota2 besar pada umumnya. Udah gitu sabtu hari libur jadi cuma bisa ke gedung BMW museum dan Allianz arena. 

-Innsburck kota biasa aja, kesana karena nanti lanjut ke Salzburg

-Salzburg jadi tempat lahirnya Mozart karena kebetulan aku suka musik klasik, pernah belajar piano beberapa tahun biarpun nggak berbakat, tapi tau dikit2lah tentang Mozart, dan ternyata Beethoveen itu juniornya. Salzburg merupakan penghasil garam yang harganya tinggi di masa lalu

-Hallstaat itu bagus, banyak salju kayak danau besar yang dikelilingi gunung2, tapi licin banget dan aku sempet jatuh kepleset karena mau nolongin tour leader yang kepeleset di depanku. Padahal sepatuku udah yang sepatu columbia itu, ternyata nggak nge-grip

-Cesky krumlov juga bagus kayak desa kecil dengan Christmas market di tengahnya. Kita makan di salah satu tempat makan khas disana, kue penutupnya enak banget lupa namanya

-Praha menurutku biasa2 aja, padahal udah expect banyak. Yang ada malah primart, dan terpaksa beli jaket bulu karena gak kuat dingin salju. Trus pas di sana ujung2nya peserta tour pada ngeborong2.

-Bratislava ibukota Slovakia, kecil tapi unik dan khas

-Budapest ibukota Hongaria, yang cukup bagus itu danube river cruise biarpun dingin banget berangin. Di kapal kita bisa liat berderet jembatan2 peninggalan kerajaan jaman dulu, trus gedung parlemen dan istana. Di kapal itu juga diputar musik blue danube, yang aku pernah belajar pianonya

-Vienna ya biasa, mungkin karena kota besar sama kayak Praha, padahal aku berharap banyak spot. Yang ada malah pada ngeborong2 di pertokoan.

-Pandorf di Austria itu deretan factory outlet dimana orang2 pada ngeborong disana. Kita sempat terheran2 karena temen2 satu rombongan beneran ngeborong gila2an barang2 branded, sedangkan kita beli secukupnya oleh2 kayak coklat.

Beberapa catatan perjalanan lain:

-Karena winter maka kebutuhan pipis jadi lebih sering, perlu ready koin atau kalo tersedia ya kartu kredit buat keperluan pipis di toilet di transit area kayak minimarket atau di lokasi wisata. Kebayang gak sih warlok abis berapa duit buat pipis2 ini yaa

-Waspada selalu dengan copet dan sejenis, selalu taruh tas selempang isi paspor dompet duit dan hp di depan kita. Dulu banget pas di Amsterdam mr hubby pernah kehilangan ransel karena dialihkan perhatiannya, trus jadi ambyar harus nata ulang rencana beserta biaya, plus ngurus paspor sementara

-Orang2 pada ngeborong di pandorf, bahkan berkoper2.. baru kali itu kita lihat yang beginian, karena selama ini jalan2 biasa aja sendiri tanpa travel dan nggak niat belanja. Ini perlu diperhatikan kalo ikut tur karena kadang jadi tergoda ikutan belanja. Aku juga baru tau kalo ada yang sampe baju2nya ditinggal di hotel saking gak muatnya barang2 karena belanja mulu sedangkan kapasitas bagasi cuma 20kg, kecuali beli lebih

-Buat makan karena suka bosen maka lumayan membantu bawa beras fukumi kemasan per saji, mungkin next bisa diselipin kayak lauk kering atau apalah

Dari kesimpulan tersebut, kayaknya untuk next travelling aku lebih baik jalan sendiri tanpa travel karena kita khususnya aku bukan orang yang suka bersosialisasi dengan teman2 group, lebih menikmati sendiri aja bareng suami dan anak2, penampilan nggak perlu dibanding2kan dan nggak perlu mikirin belanja ini itu. ya kecuali ke tempat2 yang sulit dihandle kayak rusia, afrika misalnya.

Hari senin kita tiba di Jakarta setelah ada sedikit drama dengan pesawat karena Etihad ini mendadak ada sedikit kendala teknis pesawat, trus diperbaiki, reset ulang sistem oleh pilot, isi bahan bakar dll. Aku tuh sebenernya stress banget, satu karena kuatir pesawat kenapa2, yang kedua karena senin itu sebetulnya harus masuk kerja karena banyak rapat. Tadinya landing jam 8 pagi trus abis maksi mau ke kantor, tapi akhirnya ambyar karena delay tadi, landingnya jam 10.30 dan buyar semua. Alhasil lanjut rapat zoom dari rumah, sampe ada 3 rapat zoom padahal baru sampe masih jetlag dan nge-hang. Udah gitu unpacking itu adalah suatu pe-er tersendiri, dimana aku bertekad semua baju2 dingin ini harus bisa dihandle sendiri dengan mesin cuci tanpa perlu ke laundry. Ini penting karena tahun lalu gile bener naruh di laundry khusus setelah pulang traveling, ternyata tagihannya gila2an.

Di luar hal-hal tadi, ada berita baik bahwa akhirnya ganes pacarnya selma keterima kerja di adhi karya walopun masih kontrak dulu. Yah moga2 cocok dan sesuai dengan bidang dan kebutuhannya, selanjutnya bisa diangkat jadi karyawan tetap dan menjadi tempat berkarya dan berkarir jangka panjang. Trus semoga aja Selma dalam waktu dekat diangkat jadi karyawan tetap di tempat sekarang biar makin jelas ke depan mereka berdua bisa segera settle untuk menikah. Insya Allah niat baik dikabulkan Allah Swt… Aamiin YRA..



random curhat di akhir tahun

Menjelang akhir tahun dan fisik kembali digempur dengan sakit kepala berhari2. Kejadiannya sejak tugas di Batam selasa minggu lalu, sore2 udah berasa di pelipis kiri kayak di ujung mata kiri mau bintitan. Tapi trus gak berkurang padahal besoknya juga kayak nggak bintitan matanya. Setelah itu pusingnya kayak meluas ke arah tengah alis dan pelipis kanan, trus beberapa hari kemudian mulai pusing sampai ke ubun2 sampai sekarang.

Dulu pernah pusing kayak gini tapi trus hilang sendiri setelah berminggu2 dan sempet panik ke dokter THT untuk memastikan ini sinus kumat apa bukan, trus ke dokter syaraf dikasih pelemas otot dan penenang tapi cuma minum pelemas ototnya aja (myonal) kayak 2 hari aja.

Aku juga dalam kondisi digempur sekelilingku pada flu berat, kayak mr hubby, selma dan temen2 kantorku. Mungkin mr hubby itu malah kena covid karena parah banget flunya. Trus kemarin di Batam juga semobil bareng temenku yang flu parah sepulang umroh, aku udah pasrah aja kayaknya bakal kena. Dalam kondisi gitu cukup mengherankan aku bisa bertahan padahal aku tuh tipe ketiup angin aja tumbang.

Aku juga minggu lalu pas di Batam itu menyelesaikan 5 hari minum norelut dalam rangka memperbaiki siklus mens karena sejak sept dan okt belum mens, trus nov cuma flek setengah hari. Kelihatannya memang sudah semakin mendekati menopause di usia 51 tahun ini, tapi kita coba tunggu mungkin benar-benar meno dalam 1-2 tahun lagi. Ini pun udah lebih cepet dari kakak2ku yang meno di usia 55-56 tahun. Seperti yang sudah kubilang aku ini paling ringkih sekeluarga.

Di sela2 kondisi fisik itu sabtu siang ke sore kemarin aku sama temen2 ikut workshop srimpi anglir mendhung. Setengah hari rasanya deg2an campur antusias, soalnya tarian baru tapi peserta lainnya udah pada jago2 dan cepet hafal, jadinya cuma mengandalkan basic postur aja yang lumayan karena dasarku kan gaya jogja. Salut sih banyak yang sudah berumur tapi masih kokoh narinya, sedangkan lututku udah mulai somplak.

Btw sejak 14nov kemarin udah ngajuin visa buat jalan ke east Europe tapi sampe sekarang belum keluar juga. Tapi sebetulnya kondisi lagi lelah sih, trus cuaca juga lagi nggak bersahabat hujan mulu jadi rada takut naik pesawat. Jadi ya sudahlah kita liat aja nanti, kalo memang nggak keluar visanya ya udahlah jalan yang deket2 aja.. malah pengen ke malang via Surabaya, atau ke Bandung.

Kayaknya minggu ini memang zonk di semua hal. Selain visa failed, urusan ganes yang kayaknya optimis banget bisa dapet offering, ternyata nggak berlanjut juga. Jadi ya udahlah. Ini kayaknya sejalan dengan firasat waktu itu aku sempet nginjek cicak kecil ke toilet, yang konon menjadi kabar kurang baik. Barangkali itu juga jadi pertanda ganes gak ada info lanjutan di hadiprana. Ya sudahlah berarti belum cocok disitu. Cuma bisa berharap semoga ortunya bisa bantu dia cari kerja di tempat yang benar dan mapan, mengingat ibunya kan pejabat moga2 bisa dapet cantolan.

Update senin kemarin Alhamdulillah visa akhirnya keluar. Sejujurnya udah rada hilang selera, jadinya harus mengumpulkan semangat lagi buat jalan. Tapi yang bikin kesel adalah di ujung tahun ternyata harus rapat pimpinan mengenai evaluasi anggaran dan kinerja, gile bener tgl 31 desember udah kayak gada hari lain aja hadehh.. big boss yang satu ini emang tingkat menyebalkannya memang udah level dewa, malesin banget. Udah gitu gak percaya dengan hasil kpi kita yang selama ini baik2 aja. Aku sih udah sampai tahap ya udah kalo gak percaya kasih aja ke konsultan untuk mereview, toh gada yang disembunyikan, selama ini direview audit internal dan eksternal juga baik2 aja.

Yah begitulah hari2 akhir desember malah membagongkan semua. Mana yang ganes juga belum ada kabar, tapi kayaknya memang gak lanjut di hadiprana. Ya sudahlah biarkan mengalir aja nanti nyangkut dimana anak ini kerjanya nanti.

Kita lanjut siap2 dulu untuk perjalanan bareng rombongan tur yang sebetulnya aku udah nggak antusias aja, gegara visa baru last minute approved setelah ngomel2, trus cuaca juga kayaknya kurang ok, trus ganes belum jelas nanti gimana, sama yang paling zonk itu mesti rapim di tgl 31 desember. Moga2 aja nanti hasilnya aman2 aja untuk semuanya.. Aamiin YRA..



Desember ini

Setelah Oktober-November yang membagongkan, semoga Desember ini lebih peaceful ya. Tanggal 3 kemarin tampil menari beksan mijil di acara charity, senangnyaa.. trus tanggal 13 ikut workshop bedhaya anglir mendung di salihara, half day. Kayaknya menarik walopun rada kuatir juga karena konon gurunya galak. Tapi gapapalah namanya kita amatiran. Kemarin2 ini juga latihan bedhaya sukoharjo dimana aku nggak hapal2 yang posisi duduk itu, yah karena belum niat aja.. nanti deket2 perform juga mau nggak mau harus hafal.

Oya pas tampil di acara charity itu hepi banget karena selma juga tampil menari bali lewat sanggar ayubulan. Sejujurnya hadiprana sama JJJ itu udah kayak rumah keduaku saking lamanya aku menari disana. 

Trus ini ternyata Ganes pacarnya Selma itu lagi tes di sana untuk posisi arsitek interior, mudah2an aja lulus. Kelihatannya professional, ada psikotesnya, tes gambar desain dan wawancara. Kalo dari sisi kemampuan dan skill sih aku yakin Ganes mampu karena memang dia berbakat desain. 

Yah mudah2an aja keterima ya supaya bisa jelas kapan langkah selanjutnya, jadi karyawan tetap, trus pengennya stabil berkarya disitu, trus propose Selma deh buat nikah karena Selma juga insya Allah tahun depan udah diangkat jadi karyawan tetap. Aamiin YRA..