Tuesday, 10 March 2026

cuma bisa berharap terbaik

Kondisi benar2 lagi menggantung.

Selma yang semula diperkirakan diangkat setelah 1 tahun kontrak ternyata masih belum bisa diangkat, karena infonya harus 2 tahun masa kontrak dan ketentuannya sedang diamandemen untuk bisa dipercepat pengangkatannya. Aneh juga sedangkan tahun lalu ada yang diangkat padahal 1 tahun masa kontrak, berarti emang bokis aja akal2an. Aku sih gak yakin bisa tepat janji, apalagi nanti mr hubby beneran pensiun pastinya makin gak jelas gak bisa dipush. Sejujurnya aku resah karena menyangkut timeline ke depan, dimana kita berharapnya kalo udah diangkat bisa lebih leluasa untuk menikah dan punya anak karena jam biologis sel telur selma yang terbatas. Tapi sekali lagi, cuma bisa berharap terbaik. Padahal selma itu potensial banget dalam bekerja, rajin dan cerdas.

Lalu mr hubby yang jadwalnya pensiun per 1 juli besok ini, tiba2 ada angin segar konon perpanjangan jadi 58 tahun pensiunnya. Tapi juga nggak berharap karena nggak tau apakah ikut terangkut atau enggak. Sekali lagi cuma bisa berharap terbaik. 

Lalu fikri yang akan selesai intership dokter dan kembali ke Jakarta. Tentu harus segera cari tempat praktek di RS, yang pengennya di RSPP atau di RS yang bagus seperti Silom atau Mayapada, sebelum nanti 1-2 tahun lagi berjuang masuk spesialis. Kalo mr hubby masih aktif tentunya kans lebih besar untuk dapat RS yang bagus. Sekali lagi cuma bisa berharap terbaik.

Selain itu urusan fikri juga masih gak menentu terkait gimana cara putus dan move on dari pacarnya yang 8 tahun lebih tua itu hiks. Belum lagi pacar selma juga kurang sreg di pekerjaannya tapi masih terikat kontrak setahun, jadi masih lama lagi kapan stabilnya.

Apalagi dalam kondisi serba nggak pasti seperti sekarang ini, karena tiba2 perang Iran vs Amrik Israel, entah karena pengalihan isu epstein files atau karena persaingan dagang dengan cina, menjadikan nggak tau dunia ke depan bakal seperti apa.

Aku sendiri lagi berkutat dengan konfisi fisik yang kurang prima karena lutut dan punggung yang sakit, serta menjelang menopause yang bikin bodi dan mind gak enak banget. Udah beberapa fisioterapi tapi progresnya nggak signifikan. Kayaknya ke depan memang harus ke dokter ortho, tapi apa iya aku sejompo itu hiks..

Lalu rumah di golo udah setahun diiklankan dan titip ke broker tapi gak juga sold out, padahal kondisinya bagus terawat walopun jalan masuknya sempit. Gak tau mesti gimana lagi, sedangkan biaya operasionalnya nggak nutup dengan hasil dari homestay malah yang ada nombok mulu, belum lagi biaya perbaikan.

Dari banyak hal yang serba menggantung ini, udah nggak tau lagi mau berharap apa. Semoga aja ada keajaiban kebaikan2 di tengah harapan2 ini.. aamiin YRA